24.5 C
Mataram
Rabu, 14 Januari 2026
BerandaLombok TimurPemkab Lotim Alokasikan Puluhan Juta untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Puting Beliung

Pemkab Lotim Alokasikan Puluhan Juta untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Puting Beliung

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp98 juta untuk mempercepat perbaikan rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Dusun Kuangwai, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur. Bencana tersebut terjadi pada Minggu (11/1/2026) dan merusak puluhan rumah warga.

Bupati Lotim, Haerul Warisin, mengatakan anggaran tersebut diputuskan setelah pemerintah daerah melakukan verifikasi langsung di lapangan. Dari hasil pengecekan, kebutuhan perbaikan rumah warga dinilai tidak memerlukan biaya besar per unit.

“Setelah kami turun dan melakukan verifikasi, kebutuhan perbaikannya tidak sampai satu juta per rumah. Total keseluruhan sekitar Rp98 juta, sehingga saya minta langsung ditangani,” katanya, Rabu (14/1/2026).

Bupati yang akrab disapa Iron itu menegaskan percepatan perbaikan dilakukan agar warga terdampak dapat segera kembali menempati rumah mereka. “Harapannya warga bisa cepat kembali tinggal di rumahnya. Kalau kerusakan ringan, seperti genteng jatuh satu atau dua, tentu bisa ditangani secara mandiri oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain penanganan bencana, Iron juga menyampaikan rencana penambahan anggaran Dana Tidak Terduga (DTT) pada 2026. Ia menilai alokasi DTT pada tahun sebelumnya belum mencukupi untuk kebutuhan penanganan bencana.

“Anggaran DTT tahun 2025 kurang lebih belasan miliar dan itu masih kurang. Saya minta ke depan ditambah, meskipun tidak sampai Rp20 miliar. Kalau tidak terpakai, anggaran itu tetap bisa dikembalikan ke kas daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, angin puting beliung dilaporkan merusak sedikitnya 74 rumah warga di Dusun Kuangwai. Kepala Desa Menceh, Idrus, menyebut sembilan rumah mengalami rusak berat, 11 rumah rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. “Rusak berat ada sembilan rumah, rusak sedang 11, sisanya rusak ringan,” ungkapnya, Senin (12/1/2026).

Bencana yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita itu juga mengakibatkan lima warga mengalami luka-luka, terdiri dari tiga anak-anak, satu remaja, dan satu orang dewasa. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat. “Seorang anak sempat terbawa angin saat berada di dekat pantai, namun seluruh korban sudah ditangani tenaga medis,” pungkas Idrus.

- Advertisement -

Berita Populer