Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai menjalankan program bantuan modal usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan fokus utama pada masyarakat berpenghasilan rendah seperti pedagang asongan, penjual keliling, dan pedagang kaki lima. Bupati Lotim, Haerul Warisin menjelaskan bahwa program ini masih dalam tahap uji coba dan pendataan awal.
Nantinya, jumlah bantuan yang diberikan diakui masih terbatas. Karenanya verifikasi ketat dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Kita sedang dalam proses pendataan dan verifikasi. Harus benar-benar kita pastikan penerima bantuan adalah masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Harul kepada media, Rabu (23/4/2025).
Apabila ke depan program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan penerima, maka besar kemungkinan nilai bantuan akan ditambah. “Kita lihat dulu dampaknya. Kalau memang memberikan hasil yang positif, kita akan pertimbangkan untuk meningkatkan nominal bantuannya,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dari bawah, khususnya mereka yang selama ini belum tersentuh bantuan modal usaha.
Adapun suntikan modal yang diberikan oleh Pemkab Lotim sendiri bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Target utama program ini adalah masyarakat dengan usaha kecil seperti pedagang bakulan, UMKM, pedagang asongan, tukang batu bata, hingga penjual bakso. (den)

