Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) mulai menyalurkan bantuan modal usaha bagi 31 ribu pelaku UMKM melalui Dinas Koperasi dan UMKM. Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan pengembangan usaha, dan Bupati Lotim, Haerul Warisin, mengingatkan agar dana tidak dialihkan untuk melunasi utang, Senin (24).
Dalam penyerahan simbolis di Kecamatan Selong, Haerul menegaskan bantuan ditujukan untuk mendorong pelaku usaha memperoleh keuntungan dan memperkuat modal. Ia meminta penerima yang memiliki tanggungan utang agar menyampaikan kondisi tersebut secara terbuka. Para penerima yang telah melalui proses verifikasi mencakup pedagang bakulan, cilok, pedagang kaki lima, hingga pedagang sayur.
Haerul juga mendorong pelaku UMKM, khususnya pedagang hasil bumi, memasok komoditas segar ke dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta pedagang sayur aktif menawarkan pasokan seperti cabai, tomat, bawang, dan telur.
“Langsung saja datang dan menawarkan barang dagangan yang segar-segar ke dapur MBG,” tegasnya, sembari memastikan tidak diperlukan surat atau instruksi khusus untuk berpartisipasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lotim, Baiq Farida Apriani, menjelaskan total penerima mencapai 31.000 UMKM, dengan penyaluran perdana di Kecamatan Selong untuk 1.935 penerima. Setiap penerima mendapatkan Rp 640.000, sementara pelaku usaha tenun menerima Rp 1.000.000.
Total anggaran yang disiapkan untuk program ini sebesar Rp 20 miliar. Penyaluran bantuan ditargetkan rampung pada 19 Desember mendatang sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong penguatan ekonomi masyarakat pelaku UMKM.

