31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurPemkab Lotim Siapkan Sertifikasi Pulau Kecil untuk Dukung Swasembada Garam

Pemkab Lotim Siapkan Sertifikasi Pulau Kecil untuk Dukung Swasembada Garam

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat peran daerah dalam mendukung program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menuju swasembada garam nasional. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui sertifikasi terhadap pulau-pulau kecil di wilayahnya.

Bupati Lotim, Haerul Warisin, mengungkapkan bahwa terdapat 44 pulau kecil yang diajukan sertifikasinya ke KKP. Langkah ini tidak hanya untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan wilayah, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kelautan, termasuk tambak garam industri.

“Langkah ini bukan sekadar untuk pengembangan wisata bahari, tapi juga bagian dari upaya memanfaatkan potensi laut secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pengembangan garam industri agar kita bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada impor,” jelas Bupati yang akrab disapa Iron, Kamis (23/10/2025).

Iron menyebut, Indonesia hingga kini masih mengimpor sekitar 2,7 juta ton garam industri setiap tahun. Karena itu, KKP mendorong daerah pesisir seperti Lombok Timur untuk mengembangkan tambak garam industri, sebagaimana yang telah berhasil dilakukan di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

“KKP sudah memiliki program pembangunan tambak garam industri. Jika kita bisa menyiapkan lahan dan legalitasnya, Lotim sangat potensial menjadi bagian dari proyek swasembada garam nasional itu,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa salah satu tantangan utama adalah keterbatasan aset lahan milik Pemkab. Oleh karena itu, sertifikasi pulau-pulau kecil menjadi langkah penting untuk memperkuat status kepemilikan dan memudahkan proses investasi.

“Kita perlu memastikan status kepemilikan lahan di pulau-pulau kecil ini jelas. Itu menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan dukungan,” ujarnya.

Selain potensi garam industri, beberapa pulau kecil seperti Gili Kondo juga memiliki nilai strategis untuk pengembangan wisata bahari. Dengan jarak yang relatif dekat dari destinasi populer seperti Gili Trawangan, kawasan ini dinilai memiliki daya tarik kuat bagi investor. “Gili Kondo sangat potensial untuk snorkeling dan diving. Kalau infrastruktur dan sertifikasinya siap, investor pasti tertarik,” tutupnya.

Melalui langkah sertifikasi ini, Pemkab Lotim berharap dapat menggabungkan dua kekuatan besar daerah—potensi kelautan dan wisata bahari—untuk mendukung kemandirian garam nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

- Advertisement -

Berita Populer