25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurPemuda Lotim Garap Film “Laq Imah”, Ungkap Derita di Balik Pernikahan Dini

Pemuda Lotim Garap Film “Laq Imah”, Ungkap Derita di Balik Pernikahan Dini

Lombok Timur (Inside Lombok) – Dunia perfilman Sasak semakin bergeliat. Setelah viralnya film Seher, kini hadir juga film yang mengisahkan dampak dari pernikahan dini yang kerap terjadi di tengah-tengah masyarakat dan terus terjadi hingga saat ini dengan judul “Laq Imah”.

Film tersebut mengisahkan kehidupan dan kegundahan masyarakat dan pemerintah saat ini terkait maraknya pernikahan dini atau usia anak. Film yang bernuansa Sasak dengan logat kental dari Kecamatan Masbagik, membuat film ini sangat mudah dipahami oleh masyarakat. Terlebih peran yang dimainkan oleh para siswa sebagai pemeran utamanya sudah sangat mendalami peran masing-masing.

Produser dan Penulis Naskah film Laq Imah, Andi Soerya mengatakan bahwa ide cerita dari film tersebut berasal dari keresahan dengan trend “merarik kodek” atau pernikahan dini yang banyak terjadi di berbagai daerah, salah satunya di Pulau Lombok. Ia pun ingin memberikan sebuah edukasi tentang dampak pernikahan dini kepada masyarakat yang dikemas dalam dunia seni perfilman.

“Dengan mengambil sisi kondisi ekonomi sebuah keluarga yang lahir dari pernikahan dini yang belum siap secara mental, fisik dan siap secara ekonomi,” ucapnya kepada Inside Lombok, Senin (30/06/2025).

Film Laq Imah sendiri dihajatkan menjadi wahana edukasi kepada masyarakat tentang dampak dari merarik kodek, sekaligus memberikan ruang kepada crew Dasan Creative maupun talent yang terlibat dalam pembuatan film ini dalam memunculkan kemampuan dan kreativitasnya agar industri seni ini semakin berkembang di pulau Lombok. “Kami harapkan selain jadi wadah edukasi pencegahan pernikahan usia dini, juga dapat memberikan ruang kreativitas kepada para pencinta seni videografi ini,” katanya.

Produksi film panjang sangat membutuhkan kerja keras yang luar biasa seperti waktu, kendala lapangan, pendanaan, hingga manajemen waktu yang luar biasa. Namun yang paling krusial yakni pada sektor pendanaan dalam membuat satu film semi profesional. “Di tengah-tengah produksi kami menghadap ke PJ Bupati Lombok Timur dulu untuk meminta support beliau, dan alhamdulillah kami di support penuh oleh beliau. Tapi paling besar dari iuran komunitas dan donatur yang ada di kampung,” jelasnya.

Film Laq Imah ini sendiri sudah tayang di kanal Youtube Dasan Creative sejak 3 minggu yang lalu. Film ini dapat ditonton secara gratis bagi masyarakat dan menjadi ladang edukasi agar bisa menekan angka pernikahan dini di tengah-tengah masyarakat di balik gencarnya program pemerintah untuk memerangi hal tersebut.

Andi berharap agar film Laq Imah ini bisa ditonton oleh semua kalangan masyarakat khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah sehingga edukasi tentang dampak dari sebuah pernikahan dini bisa tersampaikan, dan lingkungan keluarga serta orang tua bisa menjadi filter dalam mengurangi pernikahan dini di masyarakat Lombok. (den)

- Advertisement -

Berita Populer