Lombok Timur (Inside Lombok) — Sejumlah penerima bantuan langsung tunai sementara (BLTS) di Desa Sukadana, Kecamatan Terara, memprotes dugaan pemotongan Rp110 ribu dari total bantuan Rp900 ribu saat proses pencairan. Pemotongan tersebut disebut dilakukan ketika warga keluar dari aula kantor desa dan dikaitkan dengan program Koperasi Merah Putih (Kopdes).
Salah satu penerima bantuan, Kasam, mengaku dihadang ketika hendak keluar ruangan dan diminta menyerahkan Rp110 ribu tanpa penjelasan yang jelas. Ia menduga uang itu dijadikan syarat untuk menjadi anggota Kopdes Merah Putih.
“Ini semacam dipaksa lah begitu, masyarakat tidak mau tapi dihadang masyarakat yang mau pulang langsung dihadang dan harus ikut dipotongkan,” jelasnya, Senin (01/12/2025).
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada sosialisasi sebelumnya dari pihak desa maupun Kopdes. “Ini kan banyak warga yang awam tidak tahu apa-apa, tidak tau nama programnya apa, soalnya kan tidak pernah ada sosialisasi dari awal,” tegasnya.
Warga lain yang enggan disebutkan namanya juga menilai proses perekrutan anggota Kopdes tidak transparan dan tidak tepat dilakukan bersamaan dengan pencairan BLTS, karena menimbulkan kesan pemaksaan. BLTS sendiri disalurkan oleh pegawai Kantor Pos kepada sekitar 598 penerima dari keluarga miskin dan rentan berdasarkan data DTKS.
Ketua Kopdes Merah Putih, Ilyas, membantah adanya pemotongan bantuan maupun pemaksaan kepada penerima BLTS untuk bergabung sebagai anggota. “Kami tidak melakukan pemotongan apa pun. Yang kami lakukan hanya menawarkan keanggotaan Kopdes, dan banyak yang menolak tanpa ada tekanan,” jelasnya.
Ia menyebut program percepatan perekrutan anggota telah berjalan dan sosialisasi sudah dilakukan lima kali dari rencana 36 pertemuan di 11 dusun. Menurut Ilyas, dari lebih dari 500 penerima bantuan, hanya 207 orang yang memilih bergabung.
“Jadi, tuduhan adanya pemaksaan itu tidak sesuai dengan fakta,” tegasnya. Meski begitu, sebagian warga berharap persoalan ini dijelaskan secara terbuka agar pengelolaan Kopdes dapat dipastikan transparan.

