Lombok Timur (Inside Lombok) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur (Lotim) menyalurkan bantuan 73 unit rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan rehabilitasi rumah pada tahun 2026. Bantuan tersebut tersebar di 13 kecamatan sebagai bagian dari upaya mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Lombok Timur.
Ketua Baznas Lotim, M. Kamli, mengatakan bantuan yang disalurkan terdiri dari 49 unit rumah program RTLH dan 23 unit rehabilitasi rumah. Program RTLH mencakup pembangunan rumah baru melalui skema Mahyani dan dukungan pihak lain.
“Atas kerjasama sering dengan Baznas NTB dan Lotim telah bisa membantu pemerintah mengatasi miskin ekstrem dengan membangun RTLH. Dari sering tersebut kita bangun 25 unit rumah bagi warga yang hidup tidak layak,” katanya, Kamis (8/1/2026).
Selain itu, Bank NTB Syariah turut berkontribusi melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan membangun 24 unit rumah. Dengan demikian, total rumah yang dibangun ulang dari awal melalui program RTLH mencapai 49 unit. Sementara untuk rehabilitasi, Baznas menyalurkan bantuan kepada 23 unit rumah dengan perbaikan pada bagian bangunan yang mengalami kerusakan paling parah.
“Kelompok miskin ekstrem cukup banyak, maka kami sebagai sikap responsif menyikapinya dengan memberikan program rehab rumah ringan, sedang, dan berat,” paparnya.
Baznas Lotim juga menyalurkan bantuan ekonomi berupa 20 unit gerobak ZKUP kepada pelaku UMKM disertai bantuan modal masing-masing sebesar Rp1,5 juta. Kamli menyampaikan terima kasih kepada para muzakki, perusahaan, dan dermawan yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.
“Kepada para penerima manfaat agar apa yang dititipkan oleh para muzakki agar dijaga sebaiknya dan dimanfaatkan untuk keperluan kehidupan sebaik mungkin,” tegasnya.
Wakil Ketua I Baznas NTB, Lalu Muhyi Abidin, menyampaikan bahwa penyaluran manfaat masih dilakukan secara tradisional dan diharapkan ke depan dapat lebih proporsional. Ia menilai peran kepala daerah sangat penting dalam mendorong pengumpulan zakat.
“Bupati merupakan bagian terpenting dalam pengumpulan zakat, begitu juga dengan gubernur. Karena itu konsekuensi logisnya ketika bupati akomodatif dengan mendorong berzakat kepada masyarakat, di situ beliau sudah menjalankan tugas menjadi pemimpin sesungguhnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lotim Haerul Warisin, menyebutkan masih terdapat sekitar 20.000 rumah warga yang dinilai tidak layak huni dan tersebar di 21 kecamatan. Ia berharap program RTLH dari pemerintah pusat dapat diperoleh minimal 3.000 hingga 4.000 unit setiap tahun agar jumlah rumah kumuh dapat terus berkurang.
“Data perkim Lotim paling bagus dan saya harap bisa dapat bantuan itu, tetapi ujungnya terjadi musibah di Sumatera dan Aceh sehingga konsentrasi pemerintah pusat lebih ke wilayah terdampak,” pungkasnya.

