Lombok Timur (Inside Lombok) – Sebanyak sekitar 25 siswa SDN 3 Jurit dilarikan ke Puskesmas Pringgasela setelah tersengat tawon vespa saat mengikuti kegiatan jalan sehat dalam rangka persiapan Hari Guru. Peristiwa itu terjadi pada Senin (24/11) sekitar pukul 09.00 Wita ketika rombongan melintas di kawasan Otak Aik Bumbang, Kecamatan Pringgasela.
Kegiatan yang awalnya bertujuan membangun kebersamaan dan meningkatkan kebugaran siswa berubah panik ketika sekawanan tawon liar tiba-tiba menyerang peserta jalan sehat. Anak-anak berhamburan menyelamatkan diri, sementara sejumlah siswa mengalami sengatan di berbagai bagian tubuh.
Guru pendamping bersama warga setempat segera mengevakuasi para korban dan membawa mereka ke IGD Puskesmas Pringgasela. Respon cepat itu membuat semua siswa dapat segera mendapat penanganan medis.
Perawat Puskesmas Pringgasela, Sande Firman Hariansyah, mengatakan sebagian besar siswa mengalami pembengkakan dan nyeri pada area yang tersengat. “Kami langsung memberikan antihistamin, kompres dingin, dan melakukan observasi untuk mencegah reaksi alergi berat,” ujarnya.
Beberapa siswa sempat menunjukkan tanda-tanda alergi sehingga memerlukan pengawasan lebih lama. “Ada yang harus kami observasi lebih intensif karena muncul reaksi alergi. Tapi semuanya sudah tertangani dan kini kondisinya membaik,” jelas Sande.
Ia mengapresiasi gerak cepat guru dan warga dalam melakukan evakuasi. “Respons guru dan masyarakat sangat membantu mempercepat penanganan sehingga kondisi anak-anak cepat stabil,” tambahnya.
Pihak sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan berencana mengevaluasi rute jalan sehat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Seluruh siswa yang tersengat kini sudah stabil dan diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan serta observasi di puskesmas.

