Lombok Timur (Inside Lombok) – Keberadaan UMK Akademi oleh PT Pertamina Persero yang bekerjasama dengan Kementerian BUMN membawa angin segar bagi para pelaku UMKM. Sebab di samping mendapatkan pelatihan, juga diberikan pendampingan untuk mendapatkan berbagai bentuk izin dan sertifikasi produk.
Vice President CSR & SMEPP PT Pertamina Persero, Rudi Ariffianto mengatakan bahwa sekitar 760 terdapat 400 sampai 500 UMKM yang sudah mengantongi NIB, sisanya nanti secara bertahap sesuai kategori yang telah dikuasainya. Nantinya jika sudah naik Go Global tentunya akan membutuhkan prasyarat yang lebih banyak untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. “Konsumen akan lebih percaya apabila produk telah memiliki sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT),” katanya.
Jika UMKM sudah masuk kelas lainnya tentu membutuhkan prasyarat seperti PIRT, HKI, label halal, BPOM, dan HACCP. Itu dilakukan agar konsumen lebih percaya dengan kualitas produk UMKM, nantinya juga akan diberikan pendampingan untuk mempersiapkan sertifikasinya dan jika semua sudah siap, maka akan dibantu pemasarannya.
“Dari 760 UMKM yang dibina di Rumah BUMN ini, ada 4 UMKM yang sudah sudah berani melakukan ekspor. Kita ingin mendoring agar eksportnya itu berkelanjutan dan tidak hanya sekali saja lantaran konsumen tidak puas dengan produknya,” jelasnya.
Kontribusi dari pertamina mendukung melakukan pembinaan yang terintegrasi melalui UMK Akademi yang dilakukan 9 bulan dalam setahun. Dalam 3 bulan pertama kelas secara regional, 6 bulan secara nasional, dan 9 bulan secara global. “Setiap tahunnya UMKM kita yang masuk mendaftar di UMK Akademi itu tidak kurang dari 30 ribu. Kemudian nanti mereka akan berkompetisi di level regional,” terangnya.
Nantinya setelah ditemukan pemenang di tingkat regional, makan akan berkompetisi di tingkat nasional dan akan bertemu dengan 1400 UMKM dari seluruh Indonesia. Ia mengatakan sudah berkontribusi tidak kurang dari 6000 lebih sertifikasi secara gratis bagi UMKM per tahun.
“Itu sangat berguna bagi UMKM untuk berkompetisi produknya. Karena jika sudah bersertifikasi BPOM atau Halal sudah sangat baik sekali, apalagi kalau ekspor harus punya sertifikasi HACCP,” ungkapnya.
Pendanaan juga dibantu melalui UMK Akademi melalui kolaborasi dengan Bank BRI dengan mendistribusikan pinjaman dana bergulir senilai Rp 100 juta dengan tenor 3 tahun dan margin 3 persen per tahun.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Lombok Timur, Ahmad Masfu mengatakan bahwa apapun program jika dilaksanakan secara kolaborasi tentu akan lebih baik hasilnya. Kunjungan ibu Wapres dikatakannya banyak manfaatnya terutama masyarakat semakin tahu bagaimana harus memulai usaha dan berusaha. “Jika ada yang mau mendaftar sebagai mitra UMKM binaan Pertamina, maka datang langsung ke rumah BUMN agar dapat meningkatkan usaha,” katanya.
Peran pemerintah tentu sangat penting dan berkolaborasi dengan semua pihak. Sebab pemerintah juga tidak bisa berjalan sendiri tanpa menggunakan pola kemitraan ataupun berkolaborasi dengan pihak lainnya. (den)

