Lombok Timur (Inside Lombok) – Sebanyak 623 dari total 722 calon jemaah haji asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang dijadwalkan berangkat pada musim haji 2025 telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Angka ini menunjukkan sekitar 86 persen dari total kuota telah menyelesaikan kewajibannya.
Sementara itu, data per Selasa (08/04) mencatat sebanyak 99 jemaah lainnya belum melakukan pelunasan. Menurut Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Lotim, Makinuddin, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab belum lunasnya BPIH oleh sebagian calon jemaah tersebut.
“Sebagian karena kendala seperti sakit, meninggal dunia, belum istito’ah, ada yang menunggu penggabungan dengan pasangan atau orang tua, hingga adanya gangguan sistem,” jelasnya, Kamis (10/04).
Kementerian Agama membuka pelunasan tahap kedua sejak 24 Maret lalu dan akan berlangsung hingga 17 April 2025. Tahap ini ditujukan bagi calon jemaah yang terdampak kegagalan sistem, pendamping jemaah disabilitas, hingga mereka yang membutuhkan penggabungan keberangkatan.
Tahun ini, jumlah calon jemaah haji asal Lotim menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 1.200 orang. Penurunan tersebut bukan disebabkan oleh pengurangan kuota, melainkan karena rendahnya jumlah pendaftar pada periode Februari hingga September 2012 lalu.
Untuk jadwal keberangkatan, Lotim berpeluang masuk dalam gelombang pertama, meski hingga kini belum ada kepastian resmi. “Kemungkinan kita diberangkatkan di gelombang pertama. Tapi kita masih menunggu keputusan,” ujar Makinuddin.
Ia juga mengingatkan calon jemaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual dengan mengikuti manasik haji. Jadwal manasik tingkat kabupaten akan digelar pada 9-10 April, sedangkan tingkat kecamatan dimulai pada 13 April 2025. “Harapan kami semua calon jemaah dapat mengikuti manasik dengan baik agar lebih memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji,” tutupnya. (den)

