24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurSejumlah Pelajar SMK Karya Husada Lotim Diduga Keracunan MBG

Sejumlah Pelajar SMK Karya Husada Lotim Diduga Keracunan MBG

Lombok Timur – Sejumlah pelajar SMK Karya Husada, Kecamatan Selong atau yang dikenal dengan SMK Kesehatan diduga alami keracunan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama pelaksanaan. Para pelajar yang diduga mengalami keracunan tersebut mengalami mual, muntah, hingga diare, dan ada juga yang dilarikan ke Puskesmas Selong.

Siswi Kelas 3 SMK Karya Husada, CW, mengatakan bahwa dirinya setelah makan menu yang dibagikan, ia merasa perutnya tidak nyaman dan mengalami mual dan muntah. Sakit yang dideritanya tersebut semakin parah yang disertai diare dan membuatnya terpaksa dilarikan ke puskesmas. “Mual muntah dari kemarin selesai makan, itu dapat MBG hari pertama, tapi aneh, daging ayamnya berbau tidak enak dan teksturnya seperti sudah basi,” ucapnya di Puskesmas Selong, Rabu (20/08/2025).

Ia juga menuturkan sebelum mengkonsumsi MBG, ia tak pernah makan yang aneh-aneh, hanya makanan ringan yang biasa dimakannya setiap hari. Sehingga ia menduga bahwa makanan dari pembagian MBG tersebut menjadi pemicu kondisi yang dialami saat ini. “Ya cuma makan snack aja, tapi setelah makan dari MBG dengan menu ayam, tahu, wortel, dan nasi langsung mual-mual,” katanya.

Sampai dengan saat ini, CW masih dalam kondisi lemas terbaring di puskesmas karena kondisi perutnya yang tak kunjung membaik. Sehingga ia harus tetap dalam pantauan pihak puskesmas untuk memastikan kesehatannya. Sementara itu, siswi lainnya, M, mengatakan bahwa dirinya mengalami hal yang sama tapi tapi tidak terlalu parah, melainkan sakit perut dan diare saja. Namun ia juga mengatakan bahwa banyak teman sekolahnya yang mengalami hal yang sama setelah ia mendapatkan informasi yang ramai di grup WhatsApp. “Saya juga sama, api tidak terlalu parah tidak yang disertai muntah. Hanya diare saja,” jelasnya.

Perawat Puskesmas Selong, Mustiadi, yang melakukan pemeriksaan bahwa pasien menderita sakit perut, mencret, mual dan muntah. Pasien diketahui menderita seperti tersebut seusai mengkonsumsi menu dari MBG dan dibawa ke puskesmas. “Pasien menuturkan habis makan itu dan menjelaskan keluhannya. Tapi kita tidak berani memastikan bahwa karena makanan itu karena kita tidak punya sampel untuk memeriksa,” paparnya. Mustiadi belum memastikan penyebabnya, namun pihaknya terus melakukan observasi terhadap kondisi pasiennya dengan memberikan pengobatan dan pemantauan intensif.

Ahli Gizi MBG yang berada di wilayah Rakam, Arif Rahman Hakim, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima beberapa laporan dari pihak sekolah, termasuk SMK Karya Husada terkait adanya pelajar yang mengalami keluhan kesehatan. Ia juga mengakui bahwa keterlambatan distribusi menjadi salah satu faktor makanan yang disiapkan menjadi kurang sehat karena sudah terlalu lama. “Memang pendistribusian kita yang sedikit lambat, makanan sudah kita siapkan dari jam 04.00 dini hari, tapi pendistribusian ke SMK kita lakukan jam 12.00 siang,” tuturnya.

Pelaksanaan MBG yang masuk hari pertama tersebut dinilai menjadi salah satu faktor, sebab sopir pengantar makanan masih meraba medan untuk distribusi. Namun, medan tak jadi alasan, sebab jarak dari dapur MBG ke SMK Karya Husada hanya berjarak 10 meter saja atau tepat berada di depan dapur.“Kita prioritaskan tempat terjauh dulu, sama di posyandu ada yang pindah tempat, jadinya sopir harus mencari dulu lokasinya. SMK didistribusikan lebih siang karena jam istirahatnya yang lebih lambat dari sekolah di bawahnya,” tuturnya.

Sebelum didistribusikan, Arif juga telah memastikan kondisi makanannya dan akan dibagikan dalam kondisi baik. Bahkan tingkat kematangannya yang dirasa sudah pas dan siap untuk dikonsumsi para siswa. Tak hanya itu, terhadap pelajar yang jatuh sakit tersebut pihak dapur berjanji akan bertanggung jawab dengan akan membiayai pengobatan apabila pelajar tak sanggup untuk membayarnya.

- Advertisement -

Berita Populer