26.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaLombok TimurSekolah di Lotim Diminta Putar Lagu “Nyeselku Merarik Kodek”, Jadi Bahan Edukasi...

Sekolah di Lotim Diminta Putar Lagu “Nyeselku Merarik Kodek”, Jadi Bahan Edukasi Siswa

Lombok Timur (Inside Lombok) – Berbagai bentuk upaya dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) guna menekan angka pernikahan dini di daerahnya. Antara lain lewat program-program yang telah dijalankan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) setempat.

Meski sudah banyak program yang dijalankan, Kepala DP3AKB Lotim, Ahmat mengutarakan pihaknya telah meminta agar semua sekolah memutarkan lagu “Nyeselku Merarik Kodek” di semua jenjang sebagai bahan edukasi bagi para siswa.

Ia pun mengaku telah banyak mengeluarkan regulasi dan program dalam pencegahan pernikahan anak, bahkan telah melayangkan surat edaran ke semua sekolah dampak dari pernikahan di bawah umur selalu diberikan sebagai pemahaman dan edukasi terhadap para siswa. “Kalau anak-anak sudah paham tidak mungkin akan melakukan hal itu, tapi karena ketidaktahuan mereka maka hal itu dianggap remeh dan nekat untuk melakukannya,” katanya.

Menurutnya, memutar lagu Nyeselku Merarik Kodek di sekolah bisa menjadi bagian edukasi dan sosialisasi melalui seni. Diputarnya lagu tersebut di sekolah diharapkan dapat menekan dan mencegah perkawinan usia anak di Lotim. “Kalau kita dengarkan lagu Nyeselku Merarik Kodek itu kepada siswa, sedikit tidaknya mereka akan paham dampaknya,” ujarnya.

Dijelaskan Ahmat, dalam UU TPKS Nomor 12 Tahun 2022 telah dijelaskan bahwa barang siapa yang menikahkan anak di bawah umur dengan alasan budaya maupun kekerasan, maka ancamannya pidana 9 tahun dan denda 900 juta.

Ia pun menyoroti kasus pernikahan anak yang viral di Lombok Tengah beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkannya menjadi pelajaran bersama dan tak boleh terjadi di Lotim. “Cukuplah Lombok Tengah yang jadi contoh, jangan sampai di Lotim terjadi seperti itu,” jelasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer