24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurSekolah Lansia di Suralaga Cetak Generasi Tangguh di Usia Senja

Sekolah Lansia di Suralaga Cetak Generasi Tangguh di Usia Senja

Lombok Timur (Inside Lombok) – Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, kembali menorehkan prestasi melalui peluncuran program Sekolah Lansia Ceria dan Berkarya. Inisiatif yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur ini menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap kelompok lanjut usia—dari sekadar penerima perawatan menjadi individu aktif dan produktif.

Program ini pertama kali digulirkan pada tahun 2024 dan telah mengubah kehidupan puluhan lansia. Kepala Desa Bagik Payung Selatan, Abdul Manan, menyampaikan bahwa sebanyak 50 peserta lansia menunjukkan kemajuan signifikan, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan sosial.

“Para lansia kini lebih mandiri, aktif bersosialisasi, bahkan lebih semangat dalam menjalankan aktivitas ibadah sehari-hari. Ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi pembentukan karakter dan kemandirian di usia senja,” ujar Abdul Manan, Jumat (20/06).

Tak ingin berhenti di satu angkatan, pemerintah desa berencana melanjutkan ke tahap lanjutan berupa program “Sekolah Lansia S2” pada Juli 2025. Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak termasuk donatur lokal dan luar daerah.

Fajri Kamal, Penanggung Jawab Program Sekolah Lansia, menyoroti peningkatan kualitas hidup para peserta. Menurutnya, keberadaan sekolah ini memberi makna baru dalam kehidupan para lansia. “Tidak hanya ceria, para lansia juga belajar keterampilan yang bermanfaat. Jadi sambil menunggu takdir, mereka tetap berkarya dan memberi arti,” ungkap Fajri.

Hal senada disampaikan Camat Suralaga, Nurhilal. Ia menilai program ini mampu menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan membangun SDM lansia yang sehat serta berdaya. “Dengan kegiatan sosial seperti ini, mereka tidak hanya terhindar dari rasa sepi, tapi juga dari berbagai risiko kesehatan akibat isolasi sosial. Interaksi ini sangat penting,” jelas Nurhilal.

Sebagai bentuk perluasan manfaat, Nurhilal berencana menjaring lansia dari desa-desa tetangga agar ikut serta, sehingga model pendidikan ini bisa direplikasi di wilayah lain.

Antusiasme program ini juga mendapat apresiasi dari BKKBN Provinsi NTB. Jihari Efendi, yang hadir mewakili lembaga tersebut, menyatakan bahwa Sekolah Lansia Ceria dan Berkarya menjadi contoh sukses dari pelaksanaan agenda nasional “Lansia Berdaya”.

“Program ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberi ruang tumbuh bagi lansia. Selain meningkatkan imunitas, kegiatan seperti ini memberi makna hidup yang lebih tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan sekolah lansia di Suralaga menunjukkan peningkatan angka harapan hidup dan kualitas kesehatan lansia, yang selaras dengan target pembangunan keluarga berkelanjutan di NTB.

Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis komunitas, Sekolah Lansia Ceria dan Berkarya di Bagik Payung Selatan tidak hanya mencetak lansia tangguh, tetapi juga menginspirasi desa-desa lain dalam membangun lingkungan ramah usia lanjut. Keberhasilan ini mempertegas bahwa produktivitas tidak berhenti pada usia, melainkan terus berlanjut selama ruang dan kesempatan terus diberikan. (den)

- Advertisement -

Berita Populer