25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurSektor Pariwisata Lotim Masih Banyak Kekurangan

Sektor Pariwisata Lotim Masih Banyak Kekurangan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pariwisata di Lombok Timur (Lotim) terbilang sangat lengkap, mulai dari wisata alam pegunungan, bahari, budaya, hingga buatan. Namun, dari banyaknya pariwisata tersebut masih sangat kurang dalam hal sektor pendukungnya.

Stafsus Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Ahmad Roji yang menilai masih sangat banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam sektor pariwisata Lotim saat ini. Mulai dari sektor kesehatan lingkungan hingga akses untuk mempermudah para wisatawan.

Ojik, panggilan akrabnya, memaparkan beberapa kekurangan dalam hal pariwisata yang harus segera dibenahi, seperti perlunya menjaga kebersihan lingkungan dan terhindar dari nyamuk. Sebab, menurut beberapa pihak klinik para tamu terkena DBD sehingga perlunya dilakukan fogging.

“Kedua tentang ombak besar yang menjadi spot tourism di Ekas, terdapat kompetisi yang tidak sehat antara pelaku wisata dengan tour guide yang berasal dari kabupaten lain yang ingin terkesan menguasai,” jelasnya.

Di sisi lain pariwisata Lombok Timur masih kurang dalam hal legalitas pembangunannya, apakah sudah mengurus izinnya atau belum. Sebab hal itu menyebabkan kurangnya kontribusi ke daerah meskipun dalam hal kunjungan ke ke destinasi wisata terbilang banyak. “Meskipun banyak kunjungan ke Lombok Timur , tapi hanya berdampak pada pemilik hotel maupun fasilitas lainnya,” ungkapnya.

Hal itu akan coba dibenahi oleh Ojik sebagai Stafsus Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru menjabat untuk memfasilitasi dan berkoordinasi dengan para pihak pariwisata yang ada untuk bagaimana menciptakan harmonisasi. Sehingga konflik-konflik kecil yang saat ini terjadi dapat terurai dan bisa membawa keberkahan untuk pariwisata Lombok Timur.

“Kita akan kumpulkan pokdarwis dan pihak desa untuk menciptakan harmonisasi dan kesamaan berpikir. Kita akan kumpulkan semua stakeholder untuk berdiskusi terkait apa yang harus dibenahi dan kesepakatan pariwisata,” paparnya.

Regulasi dan tata ruang Sembalun jadi sorotan, ke depan ia akan menata ulang pariwisata tersebut agar tidak semrawut dalam hal tata ruang. Tak hanya itu, ia akan melakukan pembenahan di segala sektor pariwisata baik itu regulasi, infrastruktur, maupun konflik yang ada saat ini agar lebih baik kedepannya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer