25.5 C
Mataram
Sabtu, 31 Januari 2026
BerandaLombok TimurSeluruh Desa di Lotim Telah Laksanakan Musdesus Kopdes Merah Putih

Seluruh Desa di Lotim Telah Laksanakan Musdesus Kopdes Merah Putih

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih terus dipercepat agar bisa diluncurkan secara serentak pada momen Hari Koperasi pada bulan Juli mendatang oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Pembentukan Kopdes Merah Putih di Lombok Timur (Lotim) juga saat ini terus berproses, di mana sampai saat ini sudah 100 persen desa yang telah melakukan musyawarah desa khusus (musdesus). Namun yang telah terbentuk badan hukumnya yakni 58 desa.

Wakil Bupati Lotim, Edwin Hadiwijaya mengatakan bahwa bahwa 100 persen semua desa sudah melakukan musdesus, 24 persen atau 58 desa yang sudah berbadan hukum, dan 96 desa yang baru mendaftar ke notaris. Namun tentunya kapasitas pengawasan dan pendampingan perlu dilakukan penambahan jika sudah mulai beroperasi agar bisa berjalan dengan lancar. “Pendamping Kopdes perlu ditambah sehingga nanti kapasitasnya dapat memenuhi hajat koperasi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Pemprov NTB juga telah membantu dalam pembentukan Kopdes Merah Putih dengan ikut andil dalam membiayai pembentukan badan hukumnya di notaris. Diharapkannya melalui Kopdes Merah Putih dapat menjadi semangat dari semua yang bisa membangun iklim wirausaha di tingkat desa.

Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Moh Iqbal mengatakan bahwa selama koperasi kuat, maka ekonomi indonesia akan kuat. Namun dikatakannya sebelum ada Kopdes telah lebih dulu ada Koperasi Unit Desa (KUD) dan kondisinya saat ini l seolah hidup segan mati tak mau, hanya 54 persen yang masih aktif. Namun yang aktif koperasi saat ini lebih banyak orang yang meminjam daripada yang menyimpan.

“Ini adalah seperti cahaya di ujung gua, ini menjadi harapan ekonomi kita terutama ekonomi kerakyatan melalui kopdes ini yang langsung didukung oleh Presiden. Insyaallah perekonomian di desa dapat bertumbuh,” jelasnya.

Ia menyoroti dua hal yakni pengawasan untuk dilakukan oleh daerah agar lebih efektif, sebab saat ini pengawasan hanya dilakukan oleh pusat. Kemudian manajerialnya yang harus diperkuat, sebab sebagian besar koperasi koleb yang disebabkan karena pengelolaan kurang baik, maka ia akan mengadakan pelatihan bersama universitas yang ada di NTB agar manajemen pengelolaan bisa berjalan baik. “Kuncinya ada pada para manajer koperasi ini di samping para pengurus lainnya,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer