Lombok Timur (Inside Lombok) – Produk WBS kosmetik saat ini menjadi obrolan hangat di tengah-tengah masyarakat, terutama kaum hawa. Pasalnya salah satu produk dari merek tersebut terbukti mengandung merkuri yang dimasukkan sebagai bahan berbahaya oleh BPOM. Direktur PT WBS Nusantara Grup, Aly Nusantara pun mengaku menjadi korban dari produsen sebagai pihak yang ditunjuk untuk memproduksi kosmetiknya.
Aly mengaku pihaknya bukan merupakan produsen, melainkan distributor yang melakukan maklon kepada pabrikan, artinya mereka melakukan kerja sama dengan pihak ketiga untuk memproduksi produk WBS. “Produsennya dalam hal ini yakni PT Amanah yang di Makassar,” ucapnya.
Mekanisme maklon pun disebut harus melalui beberapa proses, seperti pengurusan nomor izin hingga uji lab. Ia juga meminta dikirimkan produk sesuai dengan permintaannya, namun Aly mengaku tidak mengetahui sama sekali bahwa di dalamnya terdapat kandungan merkuri. “Kita minta dikirimkan, kita jual dan kemudian ada kandungan, itu makanya kita bilang bukan kita yang produksi karena tidak ada izinnya,” katanya.
Atas temuan bahan berbahaya itu, WBS kosmetik mengaku mendapat teguran administrasi dari BPOM, sementara pihak ketiga yakni PT Amanah telah dinyatakan sebagai tersangka. Bahkan mereka juga akan menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban pabrikan yang telah merugikan dan mencoreng nama produknya. “Insyaallah ada nantinya,” katanya.
Sementara itu, Owner WBS Kosmetik, Baiq Widia Suwandika juga mengaku pihaknya sebagai korban produsen yang dipilihnya dalam kasus merkuri ini, sebab dalam produksinya ia meminta kandungan dalam produk dibuat dalam kadar aman. Namun nyatanya dalam perjalanan terdapat kandungan berbahaya yang ditemui. “Kita dikirimkan produk, saya coba, begitu ada hasil di wajah baru saya ACC,” terangnya.
Ia mengakui produknya terbukti mengandung merkuri sesuai hasil BPOM, namun tak semua jenis kosmetiknya yang mengandung bahan berbahaya tersebut. Ia juga telah menarik kosmetiknya dari peredaran dan telah dilakukan pemusnahan di BPOM. “Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan siap bertanggung jawab,” pungkasnya.

