Lombok Timur (Inside Lombok) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur membantah isu pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirapel untuk tujuh hari selama libur Lebaran. Pihak SPPG menegaskan bahwa paket makanan yang dibagikan merupakan rapelan untuk lima hari ke depan, Selasa (17/03/2026).
Isu tersebut mencuat setelah beredarnya postingan di media sosial yang menyebutkan jumlah menu tidak sesuai untuk kebutuhan tujuh hari. Kondisi ini memicu reaksi dari wali murid penerima manfaat yang mendatangi dapur MBG untuk mempertanyakan kesesuaian porsi dengan nilai bantuan yang diterima.
Kepala SPPG Lombok Timur Sambelia Sugian, Bahrul Fikri, menyatakan terjadi kesalahpahaman di masyarakat terkait distribusi menu tersebut. “Penerima manfaat menganggap menu ini untuk 7 hari, padahal ini rapel untuk 5 hari ke depan. Juga ini hari terakhir penyaluran pra lebaran,” paparnya.
Ia menjelaskan, distribusi yang dilakukan pada Senin (16/03/2026) merupakan penyaluran terakhir sebelum Lebaran dan mencakup kebutuhan hingga 20 Maret 2026. Setelah itu, pendistribusian akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada 31 Maret 2026 sesuai petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Jadi menu yang kita bagikan sampai dengan hari Jumat dan itu pendistribusian terakhir, nanti dilanjutkan lagi pada 31 Maret,” jelasnya.
SPPG juga mengakui adanya keterlambatan distribusi akibat keterbatasan pasokan bahan baku menjelang Lebaran. Kondisi tersebut memicu asumsi negatif di tengah masyarakat, sehingga pihaknya melakukan pertemuan klarifikasi bersama penerima manfaat, Kapolsek, dan Danramil setempat.
Selain itu, SPPG telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan aparat setempat untuk memberikan penjelasan lanjutan. “Nanti kita juga akan ke sekolah memberikan penjelasan,” pungkasnya. Pihak SPPG menyatakan akan melakukan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal ke depan.

