Lombok Timur (Inside Lombok) – Staf Khusus Pariwisata Lombok Timur (Lotim), Ahmad Roji’, menolak aktivitas pengerukan di lereng Bukit Pergasingan, Kecamatan Sembalun, yang menuai penolakan warga dan Pemerintah Desa Sembalun Lawang. Ia menilai investor harus memperhatikan etika dan estetika dalam membangun kawasan wisata tanpa merusak alam.
Roji’ menyatakan mendukung investasi di sektor pariwisata, termasuk pembangunan hotel, penginapan, maupun fasilitas penunjang lain, selama tidak merusak lingkungan. Ia menegaskan pembangunan harus berlandaskan kultur lokal dan menjaga kelestarian alam Sembalun sebagai daya tarik wisata utama.
“Kalau kita ke Sembalun, sangat jelas terlihat dari atas ada aktivitas pengerukan, penggusuran, dan lainnya yang kedepannya bisa membahayakan masa depan pariwisata Sembalun dan warga di sana,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).
Ia meminta aktivitas tersebut dievaluasi menyeluruh dan investor berkoordinasi dengan pemerintah daerah sebelum melanjutkan pembangunan. Menurutnya, langkah sepihak sangat berdampak buruk bagi ekologi dan masyarakat setempat. “Jangan ujuk-ujuk mengeruk dan membangun, harus punya etika juga lah,” tegasnya.
Roji’ mengaku belum mengetahui pihak yang memberikan izin pembangunan villa di lereng bukit tersebut. Ia menyebut kemungkinan lahan berada di luar kawasan KPH Rinjani Timur atau BTNGR, atau di tanah dengan sertifikat hak milik. Pekan depan, ia bersama pemerintah daerah Lotim berencana meninjau lokasi bersama bupati dan pihak terkait.
“Kita minta pasang gambar rencana detailnya biar kita tahu rencana apa yang akan dibangun. Harus terbuka dan transparan agar kita dan masyarakat juga tahu, dan harus diingat jangan merusak alam Sembalun,” pungkasnya.

