25.5 C
Mataram
Minggu, 1 Februari 2026
BerandaLombok TimurSudah Lama Lapuk, Atap Ruang Belajar SMAN 1 Wanasaba Ambruk Diterjang Hujan...

Sudah Lama Lapuk, Atap Ruang Belajar SMAN 1 Wanasaba Ambruk Diterjang Hujan Lebat

Lombok Timur (Inside Lombok) – Sudah lama lapuk akibat usia bangunan yang tak pernah direnovasi, salah satu ruang belajar di SMAN 1 Wanasaba ambruk diterjang hujan lebat yang terus turun sejak Kamis hingga Jumat (6/12) lalu. Kerangka kayu dan atap ruang belajar itu diketahui telah patah di beberapa bagian. Meski demikian, ruang itu tetap digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar karena keterbatasan fasilitas kelas yang tersedia.

Akibat ruang kelas yang rusak, saat ini para siswa belajar di laboratorium sekolah untuk sementara waktu. Kepala SMAN 1 Wanasaba, Jumaah menjelaskan ruang kelas tersebut ambruk pada Jumat malam sekitar pukul 18.00 WITA, saat sekolah sedang sepi. Saat itu hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut yang menyebabkan bangunan sekolah roboh. “Selesai Magrib, saya mendapat telepon dari penjaga sekolah yang mengabarkan atap ruang belajar ambruk,” ujarnya, Senin (09/12).

Ambruknya atap ini turut merusak sejumlah meja dan kursi siswa yang tertimpa puing-puing bangunan. Pihak sekolah sebenarnya telah mengajukan permohonan perbaikan ruang tersebut beserta 10 ruang belajar lain yang kondisinya juga memprihatinkan. Namun, hingga saat ini, pengajuan tersebut belum mendapatkan tanggapan.

“Kami sudah mengantisipasi kejadian ini dengan memindahkan siswa ke laboratorium saat hujan deras. Total ada 10 ruang belajar yang kami ajukan untuk diperbaiki tahun 2025 karena semuanya dalam kondisi memprihatinkan. Sejak dibangun pada 2006, ruang-ruang ini belum pernah direnovasi,” tambah Jumaah.

SMAN 1 Wanasaba memiliki total 30 ruang belajar, tetapi jumlah ini belum mencukupi untuk menampung 1.050 siswa yang terdaftar. Akibatnya, sebagian siswa terpaksa belajar di laboratorium komputer dan musala. Kekurangan ruang belajar ini diperparah dengan minimnya fasilitas untuk guru.

Salah satu siswa kelas XI Saintek, Rena Pardanatul Aula mengaku merasa tidak nyaman saat harus belajar di laboratorium komputer. “Kami harus belajar di lantai tanpa meja dan kursi. Ruangan juga sempit, sehingga kami harus berdesakan,” ungkapnya.

Pihak sekolah berharap perbaikan ruang belajar dapat segera direalisasikan oleh pemerintah. Selain itu, Jumaah juga mengusulkan pembebasan lahan untuk memperluas area sekolah guna mengakomodasi jumlah siswa yang terus bertambah setiap tahun.

Dengan kondisi yang ada, siswa tetap berusaha menjalani semester ini meski harus belajar dalam situasi yang kurang ideal. Kecepatan dalam menangani kerusakan ini diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan proses belajar-mengajar di SMAN 1 Wanasaba. (den)

- Advertisement -

Berita Populer