Lombok Timur (Inside Lombok) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merespons keluhan Suliati (33), janda dua anak di Kecamatan Selaparang yang mengaku belum pernah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dinsos melakukan asesmen dan pengecekan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada Rabu (18/2/2026).
Kepala Dinsos Lotim, Siti Aminah, mengatakan hasil verifikasi menunjukkan Suliati berada pada kategori desil dua yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah. “Kami sudah melakukan asesmen dan hasilnya yang bersangkutan berada di desil 2. Secara kategori, memang layak menerima bantuan,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, selama ini Suliati tercatat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun, untuk PKH dan BPNT namanya belum masuk daftar penerima karena keterbatasan kuota. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar bisa diusulkan. Namun untuk PKH dan BPNT, kuotanya memang terbatas,” jelasnya.
Menurutnya, penggantian penerima bantuan hanya dapat dilakukan apabila ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang keluar dari daftar. Selain itu, Dinsos juga menyoroti kondisi rumah Suliati yang dinilai kurang layak huni dan tengah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Baznas Lotim.
“Kami upayakan koordinasi lintas instansi agar yang bersangkutan bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah,” kata Siti Aminah.
Sementara itu, Sekretaris Desa Selaparang, Lalu Andi Taofik, menyebut Suliati sebelumnya pernah menerima PKH. “Setahu kami dulu dia menerima PKH. Tetapi setelah suaminya meninggal dunia, bantuannya terhenti. Data penerima itu dikelola oleh pendamping PKH, jadi kami di desa tidak bisa melihat secara detail. Kalau untuk BPNT Kesra, dia masih menerima,” jelasnya.
Pemerintah desa telah melakukan pengecekan langsung ke kediaman Suliati dan akan mengusulkan kembali namanya sebagai penerima bantuan sosial. “Kemarin pak kepala desa bersama pendamping PKH sudah datang ke rumahnya. Insyaallah besok akan kami panggil ke kantor desa untuk proses pengusulan kembali agar bisa mendapatkan bantuan,” tutup Lalu Andi Taofik.

