29.5 C
Mataram
Sabtu, 24 Januari 2026
BerandaLombok TimurTegaskan Tak Anti Kritik, Pemkab Lotim Apresiasi Langkah Mahasiswa Saat Lakukan Unjuk...

Tegaskan Tak Anti Kritik, Pemkab Lotim Apresiasi Langkah Mahasiswa Saat Lakukan Unjuk Rasa

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) membuka ruang dialog dengan mahasiswa setelah sebelumnya digelar aksi unjuk rasa oleh Aliansi Pemuda Peduli Pariwisata Lotim. Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, didampingi Wakil Bupati Moh. Edwin Hadiwijaya dan Sekretaris Daerah, M. Juaini Taofik menerima perwakilan mahasiswa di Pendopo Bupati, Jumat (23/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Haerul Warisin menegaskan bahwa Pemkab tidak anti terhadap kritik dan masukan dari mahasiswa maupun masyarakat. Ia menyebut penyampaian pendapat merupakan bagian dari kontrol sosial dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Kami sangat menghargai aspirasi yang disampaikan secara santun dan beretika,” kata Haerul Warisin.

Meski demikian, Haerul Fahri mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap menjaga ketertiban umum dan tidak mengarah pada tindakan anarkis. Ia mendorong agar audiensi menjadi jalur utama dalam menyampaikan aspirasi serta membuka ruang diskusi kapan saja. “Saya dan jajaran siap berdialog kapan saja jika ada pemikiran yang membangun untuk daerah ini,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan mahasiswa terkait permintaan pemberhentian Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata, Bupati Lotim menyatakan seluruh proses akan dilakukan sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan. Ia juga mengapresiasi perhatian mahasiswa terhadap sektor pariwisata Lotim yang dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan destinasi wisata.

Terkait pengelolaan kawasan wisata Sunrise Land Lombok (SLL), Haerul Warisin menegaskan kebijakan tersebut merupakan kewenangan kepala daerah dan mengajak seluruh pihak untuk ikut mengawasi kinerja pengelola. “Silakan diawasi bersama. Dari situ kita bisa menilai dan melakukan perbaikan demi kemajuan pariwisata Lotim,” jelasnya.

Sementara mengenai adanya mahasiswa yang mengalami luka saat aksi unjuk rasa, Bupati menyatakan keprihatinan dan telah menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk menindaklanjuti penanganan korban. “Kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas. Saya sudah perintahkan agar yang terluka segera diurus,” tegasnya.

- Advertisement -

Berita Populer