25.5 C
Mataram
Jumat, 9 Januari 2026
BerandaLombok TimurTiga remaja perempuan di Kecamatan Sikur Diduga Menjadi Korban Pelecehan Saat Malam...

Tiga remaja perempuan di Kecamatan Sikur Diduga Menjadi Korban Pelecehan Saat Malam Tahun Baru

Lombok Timur (Inside Lombok) – Peristiwa malang menimpa tiga remaja perempuan yang masih duduk di bangku SMP di Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Di mana mereka dipaksa memuaskan nafsu bejat seorang pria dengan cara digilir pada sebuah cafe di wilayah tersebut pada Kamis (1/1/2026).

Ketiga gadis tersebut masing-masing berinisial ST, CL, dan PT. Namun hingga saat ini, baru satu korban berinisial ST yang secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan dibuat setelah korban menyampaikan peristiwa yang dialaminya kepada orang tua dan merasa keberatan atas perlakuan yang diterimanya.

Informasi awal menyebut bahwa ketiga remaja tersebut dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak 29 Desember 2025 hingga akhirnya ditemukan beberapa hari kemudian. Korban ST meninggalkan rumah dan sempat berpamitan kepada orang tua dengan alasan mengikuti kegiatan keagamaan.

Namun belakangan diketahui mereka dijemput oleh seorang teman dan tidak langsung kembali ke rumah selama beberapa hari. Kemudian mereka berada di lokasi kejadian dengan alasan bekerja membantu penyajian minuman atau bartender.

Dalam situasi itu, mereka diduga mengonsumsi minuman beralkohol hingga mabuk. Pada saat itulah, korban ST diduga mengalami tindakan tidak pantas dari sejumlah pria yang berada di lokasi.

Usai kejadian, ketiga remaja tersebut meninggalkan tempat kejadian karena sangat ketakutan dan bersembunyi di rumah seorang teman laki-laki di wilayah Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur. Keluarga yang menampung mereka kemudian menghubungi pihak keluarga para remaja tersebut, sebelum akhirnya mereka diantarkan kembali ke rumah masing-masing di wilayah Kecamatan Sikur.

Kapolsek Sikur melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Oesman, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut. Ia memastikan kasus tersebut kini dalam proses penanganan.

“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lombok Timur. Dari tiga remaja yang diduga menjadi korban, sementara baru satu yang membuat laporan resmi,” ujar AKP Nicolas.

Pihak kepolisian menyatakan masih terus melakukan pendalaman dan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah kejadian serupa.

- Advertisement -

Berita Populer