Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bergerak cepat menanggapi membengkaknya tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kini mencapai angka fantastis, yakni Rp55 miliar. Guna mengejar piutang tersebut, Bupati Lotim, Haerul Warisin mengambil langkah strategis dengan memberdayakan tenaga honorer kabupaten untuk turun langsung ke kecamatan.
“Kita tidak bisa membiarkan tunggakan ini terus menumpuk. Piutang kita di PBB sudah mencapai Rp55 miliar. Itu jumlah yang sangat besar,” ujar Haerul. Menurutnya, rendahnya capaian penerimaan PBB selama ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya jumlah petugas pemungut pajak di lapangan.
Saat ini, Pemkab Lotim pun memutuskan untuk memaksimalkan peran tenaga honorer yang selama ini dinilai belum optimal untuk membantu mengatasi masalah itu. “Saya tidak ingin tenaga honorer hanya duduk tanpa tugas yang jelas. Mereka harus diberdayakan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi daerah,” tegasnya.
Penugasan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat fungsi kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan publik. Dengan dukungan tenaga honorer, Haerul berharap para camat dan aparatur desa bisa lebih efektif dalam proses pemungutan pajak sekaligus memperkuat koordinasi pemerintahan di tingkat bawah.
“Kalau ini berjalan lancar, bukan hanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat, tapi juga koordinasi antara kabupaten dan kecamatan akan semakin solid. Pemerintahan daerah harus kuat sampai ke akar,” pungkasnya.
Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Lotim dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada guna mendongkrak pendapatan daerah dan meningkatkan kinerja pelayanan publik. (den)

