Lombok Timur (Inside Lombok) – Sebuah tabung gas elpiji 3 kilogram meledak di Dusun Bukit Durian Utara, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, pada Rabu (3/12) sekitar pukul 10.00 Wita, mengakibatkan seorang warga mengalami luka bakar serius. Korban bernama Eli Ardayani (27), seorang petani, mengalami luka bakar pada wajah, leher, kedua tangan, dan lutut dengan estimasi mencapai 36 persen.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, menjelaskan ledakan diduga terjadi akibat kebocoran gas yang terperangkap di dapur dengan ventilasi minim. Ia mengatakan peristiwa itu dipicu kelalaian korban yang sebelumnya menyalakan kompor namun tidak menyala, lalu meninggalkan dapur dalam kondisi tabung gas masih terbuka.
“Dari hasil pemeriksaan awal, diduga ledakan terjadi karena adanya kelalaian korban. Sebelumnya korban sempat menyalakan kompor namun tidak menyala, lalu meninggalkan dapur dalam kondisi tabung gas masih terbuka,” jelas AKP Nikolas Osman.
Sekitar pukul 09.00 Wita, korban sempat mencoba menyalakan kompor untuk memasak tetapi api tidak muncul. Ia kemudian pergi ke Puskesmas Labuhan Lombok untuk menjenguk keluarganya yang dirawat, sebelum kembali sekitar 30 menit kemudian dan mencoba menyalakan kompor lagi. Saat itu terjadi ledakan keras.
“Ledakan langsung terjadi ketika korban kembali menyalakan kompor. Korban sempat keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan,” tambah Osman.
Warga dan perangkat desa mengevakuasi korban ke Puskesmas Suela menggunakan ambulans desa. Setelah pemeriksaan, dokter yang menangani, dr. Luluk, menyatakan korban mengalami luka bakar cukup serius dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Labuhan Haji untuk penanganan lanjutan.
Polisi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati menggunakan tabung gas elpiji, memastikan instalasi kompor dan selang aman serta ventilasi dapur memadai. “Peristiwa ini menjadi pembelajaran agar masyarakat tetap waspada dan memastikan keamanan sebelum menyalakan kompor gas agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup AKP Nikolas Osman.

