26.5 C
Mataram
Kamis, 8 Januari 2026
BerandaLombok UtaraAnggaran Terbatas, Perpustakaan KLU Kesulitan Pertahankan Indeks Minat Baca Masyarakat

Anggaran Terbatas, Perpustakaan KLU Kesulitan Pertahankan Indeks Minat Baca Masyarakat

Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Utara (KLU) berupaya mempertahankan capaian indeks minat baca masyarakat di tengah keterbatasan anggaran daerah. Saat ini, indeks literasi KLU berada di angka enam, namun belum mencapai target nasional. Kondisi fiskal daerah yang mengalami penyesuaian anggaran menjadi tantangan utama dalam peningkatan layanan literasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan KLU, Rusdianto, mengatakan mempertahankan indeks minat baca membutuhkan dukungan anggaran yang memadai. Namun, di tengah keterbatasan yang ada, pihaknya memilih strategi kolaborasi lintas sektor.

“Kita belum bisa memenuhi target nasional, tapi nilai kita kemarin sudah di atas enam. Untuk mempertahankan indeks itu butuh upaya keras, apalagi dalam posisi anggaran yang terbatas saat ini,” ujarnya, Selasa (6/1).

Rusdianto menegaskan pembudayaan gemar membaca tidak dapat dilakukan hanya oleh dinasnya. Ia mendorong kerja sama dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan media massa untuk memperluas sosialisasi literasi. “Kami butuh kolaborasi. Termasuk dengan teman-teman media untuk terus mensosialisasikan pentingnya literasi kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Keterbatasan anggaran tahun ini berdampak pada sejumlah layanan, termasuk operasional perpustakaan keliling yang harus disesuaikan intensitasnya. Selain itu, ketersediaan koleksi buku di KLU masih dinilai belum ideal. “Idealnya koleksi buku itu 40 persen dari jumlah penduduk, sementara kita baru memiliki sekitar 15 ribu judul buku. Ini yang masih sangat kurang,” katanya.

Pemangkasan anggaran juga mempengaruhi operasional kendaraan layanan. Dari dua unit mobil pelayanan yang dimiliki, saat ini hanya satu unit yang dapat dibiayai operasionalnya. “Anggaran yang ada saat ini hanya cukup untuk membiayai kebutuhan rutin,” ucap Rusdianto.

Meski demikian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan KLU tetap mengembangkan inovasi literasi digital. Pojok Baca Digital telah tersedia di Kecamatan Kayangan dan direncanakan diperluas ke fasilitas umum lainnya.

“Ke depan, kami ingin Pojok Baca Digital hadir di ruang-ruang publik. Namun, realisasinya tentu sangat bergantung pada ketersediaan anggaran di tahun-tahun mendatang. Kita sudah sampaikan untuk besaran anggarannya berapa, tapi melihat kondisi sekarang juga. Tidak hanya kami di perpustakaan dan kearsipan saja, tapi hampir semua dinas mengalami hal yang sama,” jelasnya.

- Advertisement -

Berita Populer