Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperketat pengawasan jalur mudik Lebaran, khususnya di kawasan Pusuk yang rawan longsor. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas meski volume kendaraan diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan KLU, M. Iwan Maret Asmara, mengatakan pengamanan mudik tahun ini dilakukan melalui pola kerja terintegrasi dengan melibatkan sejumlah instansi. “Ini adalah agenda rutin tahunan yang menuntut kesiapan matang. Kami sudah menyiapkan personel dan pos-pos pengamanan. Nantinya, kami akan bekerja sama dengan Polres, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya,” ujarnya, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan posko pelayanan dan pengaduan juga disiapkan oleh pihak kepolisian sebagai pusat bantuan bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun gangguan keamanan selama perjalanan. Penanganan di lapangan mencakup pengaturan lalu lintas hingga mitigasi potensi bencana.
“Keamanan dan lalu lintas itu melibatkan Polres bersama dengan kami di Dishub. Kemudian untuk ketertiban umum dibantu Satpol PP, sedangkan infrastruktur dan kebencanaan koordinasi dengan Dinas PU dan BPBD,” terangnya.
Secara umum, Dishub KLU memperkirakan arus lalu lintas di wilayah KLU tetap berada pada kondisi normal. Namun kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama terhadap potensi hambatan akibat faktor alam.
“Kondisi lalu lintas di KLU biasanya stabil, tidak ada lonjakan yang luar biasa. Namun, kewaspadaan tetap harus tinggi, terutama terhadap potensi hambatan seperti tanah longsor di kawasan Pusuk atau pohon tumbang akibat cuaca ekstrem,” tuturnya.
Selain jalur utama, pengawasan juga difokuskan pada akses menuju destinasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama libur Lebaran. “Prinsipnya, walaupun diprediksi normal, petugas harus tetap standby. Kuncinya adalah koordinasi yang solid antar-sektor agar semua kemungkinan di lapangan bisa tertangani dengan cepat,” pungkasnya.

