32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraBentuk Wajah Baru KLU, Pedagang di Lapangan Tanjung Mulai Direlokasi

Bentuk Wajah Baru KLU, Pedagang di Lapangan Tanjung Mulai Direlokasi

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memulai langkah besar dalam menata wajah kota dengan rencana pembangunan Alun-Alun Kota Tanjung yang modern dan berestetika. Sebagai bagian dari proses ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) KLU telah bergerak cepat menertibkan para pedagang yang selama ini memadati area sekitar Lapangan Tanjung.

Penertiban ini bukan semata penggusuran, melainkan bagian dari penataan menyeluruh yang humanis. Proses relokasi pedagang dilakukan secara bertahap dan penuh pertimbangan dengan menyasar pedagang di pinggir lapangan sebelah utara, karena area inilah yang menjadi fokus pembangunan alun-alun tahap pertama.

Demi kelancaran dan keamanan pembangunan, area depan alun-alun akan segera dipagari. Namun, para pedagang tidak perlu khawatir kehilangan mata pencaharian. “Pedagang untuk sementara dipindahkan ke bagian tengah lapangan. Kami biarkan mereka tetap berjualan supaya tidak menghilangkan mata pencarian mereka,” ujar Kepala Satuan Pol PP KLU, Totok Surya Saputra, Rabu (18/6).

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak merugikan masyarakat. Tak hanya itu, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DP2KUKMP) KLU akan menyiapkan ruang khusus yang tertata rapi di lokasi sementara ini, lengkap dengan pagar pembatas untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan. Namun, lokasi ini bersifat transisi. “Setelah pembangunan alun-alun di sebelah timur selesai dan dilanjutkan dengan tahap pembangunan berikutnya, para pedagang akan kembali dipindahkan,” tuturnya.

Rencana jangka panjangnya, para pedagang ini akan ditempatkan di sisi barat alun-alun. Konsepnya pun dibuat inovatif, mereka diwajibkan menggunakan gerobak bongkar pasang. Ini adalah solusi cerdas untuk menjaga estetika kawasan. Dengan kam operasional mereka akan mulai pukul 16.00 WITA sampai 00.00 WITA. “Begitu selesai jualan, mereka bisa menitipkan gerobaknya di dalam area yang disediakan, sehingga paginya area terlihat rapi dan bersih,” ucapnya.

Disisi lain, pedagang yang sebelumnya berjualan di sisi barat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KLU juga akan mengalami penyesuaian lokasi. Mereka akan direlokasi ke timur eks Koramil Tanjung, karena segmen pasar mereka adalah pengunjung RSUD KLU. “Mungkin space-nya (lahannya berjualan,red) tidak sebesar tempat jualan mereka saat ini, tetapi paling tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman KLU, Kahar Rizal, menambahkan detail menarik tentang konsep pembangunan alun-alun. Tahap awal ini akan fokus pada penataan tampak depan dengan desain modern namun tetap mempertahankan sentuhan arsitektur kearifan lokal. Dimana ntuk gapuranya diusung nuansa Masjid Kuno Bayan.

“Pengerjaan tahap pertama ini dikerjakan PT Almirah Konstruksi yang berasal dari Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Perusahaan ini memenangkan tender dengan penawaran sebesar Rp 5.220.072.322,72 dari pagu anggaran Rp 5.850.000.000,00. Setelah tahap pertama ini tuntas, tentu ada lanjutan nantinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, tahap lanjutan pembangunan meliputi pembangunan akses jalan yang akan menghubungkan area depan alun-alun hingga ke bagian belakang menuju kantor Bupati. Namun, proyek ini sempat terkendala karena proses hibah lahan dan bangunan eks kantor Koramil Tanjung dari TNI ke Pemda KLU yang belum tuntas.

“Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan Alun-Alun Tanjung akan menjadi ikon baru yang membanggakan, berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman, indah, dan merepresentasikan kekayaan budaya Lombok Utara,” imbuhnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer