Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Nipah dengan menginstruksikan fasilitas kesehatan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, Jumat (13/2). Langkah ini dilakukan meski belum ditemukan kasus di daerah, menyusul tingginya tingkat fatalitas virus tersebut dan potensi penularan dari hewan ke manusia.
Kepala Dinkes KLU, dr. Lalu Bahrudin, mengatakan pihaknya telah meminta seluruh tenaga kesehatan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait Virus Nipah. “Kami meminta tenaga kesehatan terus memberikan pemahaman terkait Virus Nipah ini. Walaupun namanya terdengar asing, kenyataannya di Asia Tenggara sudah ditemukan kasus dengan angka kematian yang lumayan tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pola penularan virus dapat terjadi melalui hewan, terutama kelelawar buah. Masyarakat diminta lebih selektif saat mengonsumsi buah hasil kebun dan tidak memakan buah yang telah digigit kelelawar.
“Penularannya bisa lewat kelelawar buah. Jadi, seyogyanya masyarakat jika melihat buah-buahan yang sudah dimakan kelelawar, lebih baik dibuang saja, jangan dikonsumsi. Selain itu, buah harus dicuci bersih sebelum dimakan,” tuturnya.
Selain melalui kelelawar, virus juga dapat menular lewat hewan ternak seperti babi dan kambing, kemudian berpotensi menyebar antarmanusia melalui udara. Dinas Kesehatan KLU terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan sebagai upaya pencegahan.
Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala awal yang menyerupai Covid-19, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan sesak napas. “Jika mengalami batuk atau demam, silakan gunakan masker kembali. Bagi para pekerja di sektor peternakan, sangat disarankan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) minimalis untuk meminimalisir risiko penularan,” pungkasnya.

