Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) bekerja sama dengan PT Verda Nusadaya Agro mengekspor 24 ton cengkeh senilai Rp4,8 miliar ke Dubai. Ekspor ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperluas pasar hasil pertanian KLU.
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, mengatakan ekspor tersebut harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempromosikan produk pertanian ke pasar internasional, bukan sekadar acara seremonial. “Ekspor jangan dijadikan ajang seremonial saja, tetapi manfaatkan momentum yang bagus ini untuk mempromosikan hasil pertanian ke pasar internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan ekspor tidak hanya berfokus pada satu komoditas unggulan. Pemerintah daerah berencana mendorong ekspor produk lain seperti kopi, mete, dan vanili. Namun, Kusmalahadi mengakui masih ada kendala di tingkat petani, terutama infrastruktur jalan yang sulit diakses sehingga mempengaruhi harga jual dan biaya angkut.
“Masih menjadi persoalan di tingkat petani yakni infrastruktur jalan karena kesulitan akses yang menyebabkan harga jual turun, selain itu biaya angkut lebih mahal serta hasil pertanian bisa rusak,” katanya.
Kadis Koprindag KLU, Haris Nurdin, menyampaikan bahwa ekspor ini diinisiasi oleh PT Verda Nusadaya Agro, perusahaan lokal asal KLU. Cengkeh yang diekspor berasal dari pengepul lokal, menunjukkan bahwa komoditas pertanian daerah tersebut diminati pasar internasional.
“Kalau tidak ada halangan akan dilakukan ekspor kacang mete karena perwakilan dari Negara India sudah mengambil sampel untuk diuji kualitasnya, mengingat komoditi mete permintaan pasar internasional cukup tinggi,” jelasnya.
Direktur PT Verda Nusadaya Agro, Nazri Al Ayubi, mengatakan pengiriman perdana ini menjadi langkah awal menuju kerjasama berkelanjutan. “Untuk proyek yang pertama, kita mengekspor sebanyak 24 ton ke Dubai. Semoga melalui kerja sama yang pertama ini, bisa membangun kerja sama yang berkelanjutan. Insya Allah kegiatan ini bukan hanya pelepasan, tapi inilah kegiatan business matching,” ujarnya.
Nazri menambahkan, meskipun ekspor perdana masih berupa cengkeh mentah, perusahaan menargetkan hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah dan dampak ekonomi bagi petani. “Target kita kedepannya semoga ada hilirisasi. Untuk memberikan dampak hilirisasi, kita perlu pengakuan terhadap mentahan yang kita punya, baru kita bermain hilirisasi,” imbuhnya.

