25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraDinkes Catat Ada 50 Kasus HIV di KLU, Pergaulan Bebas Jadi Pemicu

Dinkes Catat Ada 50 Kasus HIV di KLU, Pergaulan Bebas Jadi Pemicu

Lombok Utara (Inside Lombok)- Kasus HIV/AIDS (ODHA) di Lombok Utara (KLU) tercatat sebanyak 50 kasus sepanjang tahun 2025. Dari puluhan kasus tersebut, diantaranya ada 33 orang laki-laki dan 17 orang Perempuan. Kondisi menjadi atensi Pemerintah KLU agar tidak semakin bertambah. Dari beberapa kasus tersebut diantaranya sudah mendapatkan pengobatan. “39 ODHA menjalani pengobatan di RSUD KLU, 11 lainnya ditangani melalui layanan Puskesmas,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) KLU, I Nyoman Sudiarta, Kamis (28/8).

Kendati demikian, tercatat ada 4 orang penderita meninggal dunia akibat HIV/AIDS, serta 4 ODHA lainnya dinyatakan lost contact, karena tidak mau lagi menjalani pengobatan. Sehingga total ODHA yang masih aktif menjalani layanan kesehatan berjumlah 42 orang. Dimana sebagian besar kasus HIV/AIDS di KLU ditularkan melalui seks bebas. “Karena itu, pendekatan pencegahan terus difokuskan pada populasi kunci, yakni pekerja seks, pria yang berhubungan seks dengan pria (LSL), pengguna narkoba suntik (penasun), serta waria atau transgender,” ungkapnya.

Lebih lanjut, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan HIV/AIDS di KLU adalah stigma sosial. Stigma dan diskriminasi membuat sebagian ODHA enggan terbuka dan tidak mau melanjutkan pengobatan. Sebagai upaya deteksi dini, Dinkes KLU rutin melakukan skrining di berbagai lokasi, termasuk tempat hiburan di kawasan Tiga Gili dan wilayah daratan KLU. “Sosialisasi juga digencarkan di sekolah-sekolah, pusat hiburan, dan lingkungan masyarakat terkait bahaya HIV/AIDS, cara penularannya, hingga pentingnya pengobatan,” imbuhnya.

Di sisi lain, RSUD KLU telah menyediakan obat antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat perkembangan virus HIV. Pengobatan ini bertujuan untuk menekan jumlah virus dalam darah (viral load) dan memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh. “Harapan kami dengan deteksi dini dan edukasi yang berkelanjutan, angka penularan HIV/AIDS dapat ditekan dan mengurangi stigma terhadap ODHA di tengah masyarakat,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer