Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatat empat kasus HIV yang tengah ditangani hingga pertengahan 2026, termasuk satu kasus baru yang terdeteksi di rumah sakit. Kasus-kasus tersebut sebagian besar merupakan kasus lama yang masih menjalani pengobatan intensif.
Kepala Dinkes KLU, dr. Lalu Bahrudin, mengatakan tambahan satu kasus baru masih dalam proses validasi data. “Kalau melihat data beberapa bulan terakhir di tahun 2026 ini, yang ada adalah sisa kasus lama, bukan kasus baru semua. Memang ada tambahan satu kasus baru kemarin yang terdeteksi di rumah sakit, tapi data validnya belum saya dapat. Jadi total ada empat kasus HIV di KLU yang saat ini sedang dalam penanganan intensif kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kasus HIV kerap diawali dari Infeksi Menular Seksual (IMS) serta dipicu perilaku berisiko. “Kami melibatkan petugas penjangkau untuk melacak informasi di lapangan, terkait di mana dan dengan siapa (penularannya). Ada banyak faktor pencetus, termasuk perilaku berisiko, dan itulah yang terus kita edukasi agar masyarakat lebih waspada dan memahami strategi pencegahannya,” jelasnya.
Menurutnya, upaya penanganan tidak dapat dilakukan sendiri oleh Dinkes, melainkan membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sektor pariwisata dan petugas lapangan. “Kami sudah berupaya maksimal, termasuk melakukan skrining secara rutin, namun hasilnya memang kasus masih ditemukan,” imbuhnya.
Selain itu, stigma negatif di masyarakat masih menjadi hambatan dalam penanganan HIV. Banyak pasien enggan terbuka karena khawatir mendapat perlakuan diskriminatif. “Stigmanya masih dianggap penyakit berat, takut ditulari, sehingga pasien takut dijauhi masyarakat atau diintimidasi. Padahal, baik itu HIV maupun penyakit menular lainnya, jika segera kita obati, maka proses pemulihannya akan lebih cepat,” pungkasnya.
Dinkes KLU menegaskan akan terus memperkuat edukasi dan promosi kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat serta menekan penyebaran HIV di wilayah tersebut.

