Lombok Utara (Inside Lombok) – Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang kini genap berusia 17 tahun memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Usia dewasa ini menjadi momentum spesial untuk menengok perjalanan, mengapresiasi capaian, dan tidak melupakan sejarah.
“Kita semua harus menjaga semangat meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan memastikan berbagai program berjalan optimal. Apalagi dengan beberapa pertumbuhan pariwisata, sebetulnya KLU sudah menjadi salah satu magnet pariwisata,” ujar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Senin (21/7).
Selain itu, ada harapan besar yang disematkan pada Lombok Utara di masa depan. Sebagai kabupaten baru, KLU memiliki kesempatan emas untuk membangun pondasi yang benar dari awal. Pasalnya, banyak pembangunan di masa lalu kerap terlanjur salah, dan biaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut sangat mahal. “Saya yakin Pak Bupati diperkuat oleh Pak Wabup pasti bisa membawa KLU menjadi sebuah kabupaten yang dibagun dengan benar dari awal,” jelasnya.
KLU pun disebutnya memiliki bekal kuat menjadi salah satu pusat ekonomi NTB. Dengan potensi pariwisata yang telah terbukti, serta kesempatan untuk membangun dengan benar dari awal, KLU berada di jalur yang tepat untuk pertumbuhan signifikan. “Tantangan ke depan adalah bagaimana mengelola potensi ini dengan bijak, serta memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakatnya,” ungkapnya.
Di sisi lain, ada beberapa capaian penting yang dilakukan KLU, antara lain penurunan angka stunting dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus naik setiap tahunnya. KLU menjadi salah satu daerah dengan angka stunting terendah di NTB.
Selain itu, penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata, pelayanan publik, dan infrastruktur terus digenjot untuk menjawab tantangan daerah muda yang tidak ingin tertinggal dari kabupaten/kota lain yang lebih lama berdiri. Berbagai penghargaan yang telah diraih membuktikan bahwa Kabupaten Lombok Utara mampu bersaing dan berkontribusi nyata, tidak hanya untuk daerahnya sendiri, tetapi juga untuk kemajuan NTB secara keseluruhan.
“Kontribusi KLU bukan hanya untuk membangun Lombok Utara, tetapi juga membangun NTB agar semakin berwibawa dengan nilai Tioq Tataq Tunaq sebagai pondasi,” demikian. (dpi)

