31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraKacang Sacha Inchi Siap Jadi Andalan Ekonomi Baru Lombok Utara

Kacang Sacha Inchi Siap Jadi Andalan Ekonomi Baru Lombok Utara

Lombok Utara (Inside Lombok) – Lombok Utara sebagai daerah termuda di Provinsi NTB terus menggali sejumlah potensi yang ada di daerahnya untuk dikembangkan, terutama sektor perkebunan. Pasalnya Lombok Utara telah sukses membudidayakan kurma di lahan kering. Kali ini kembali berhasil membudidayakan tanaman eksotis asal hutan tropis Amazon, kacang sacha inchi.

Komoditas perkebunan jenis kacang-kacangan ini sukses ditanam oleh Kelompok Tani Ukhuwah Datu Nusantara. Bahkan belum lama ini sudah dilakukan panen perdana pada kawasan Klaster Gondang City. Panen tersebut, sekaligus menandai terjadinya transaksi pembelian hasil produksi sebanyak setengah ton.

“Penanaman perdana kacang sacha inchi ini merupakan hasil kerja sama antara Ukhuwah Datu Nusantara dan Tani Makmur Sejati. Pengembangan komoditas ini bukan hanya sebagai inovasi pertanian, tapi jadi langkah strategis tekan kemiskinan,” ujar Direktur Utama Ukhuwah Datu Nusantara, Suharman.

Lebih lanjut, sekaligus mewujudkan hilirisasi hasil pertanian. Bahkan kelompok tani ini juga menargetkan pada 2026 mendatang pabrik pengolahan kacang sacha ini terbangun di Lombok Utara. Ditambah jika semakin diperluas atau dikembangkan budidaya kacang sacha inchi ini. “Ini akan membuka banyak lapangan kerja dan nilai tambah bagi petani lokal,” imbuhnya.

Kacang sacha inchi dikenal juga sebagai inca peanut atau superfood asal Peru, memiliki kandungan omega-3 yang tinggi dan digunakan dalam industri kesehatan, makanan, hingga kosmetik. “Dengan dimulainya panen perdana di KLU, peluang NTB menjadi pusat budidaya dan industri pengolahan kacang sacha inchi di Indonesia kian terbuka lebar,” jelasnya.

Sementara itu, keberhasilan budidaya tanaman tropis seperti kurma dan sacha inchi di tanah kering NTB adalah sebuah terobosan dalam sistem agroekosistem daerah. Artinya bukan hanya sebagai bukti adaptasi lahan kering, tapi juga potensi ekonomi baru.

Disisi lain, Anggota DPD RI Komite IV, Evi Apita Maya mengatakan, bahwa pengembangan kacang sacha inchi sebagai langkah cerdas dan menjanjikan. Bahkan dinilai ini layak menjadi unggulan baru di NTB karena memiliki nilai ekonomi dan kesehatan yang tinggi.

“Kami di DPD akan mendorong perluasan budidaya kacang ini ke daerah lain seperti Sumbawa. Ini bukan komoditas biasa, tapi peluang besar bagi masa depan pertanian NTB,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer