32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraKeluhkan Jalan Rusak, Warga Desa Gunjan Desak Perhatian Pemda KLU

Keluhkan Jalan Rusak, Warga Desa Gunjan Desak Perhatian Pemda KLU

Lombok Utara (Inside Lombok) –Warga Desa Gunjan Asri, Kecamatan Bayan, Lombok Utara (KLU), kembali menyuarakan kekecewaan mereka atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki. Jalan kabupaten sepanjang lima kilometer yang menghubungkan Akar-Akar dan Pawang Timpas ini telah rusak parah selama bertahun-tahun, bahkan melewati dua periode Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanpa ada tindak lanjut signifikan dari pemerintah daerah (Pemda).

Kekecewaan ini memuncak di kalangan masyarakat Dusun Temuan Sari yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Mereka menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan jauh lebih mendesak daripada bantuan sosial seperti sembako atau program lain.

“Kami tidak butuh beras atau bantuan lain, yang kami butuh aspal. Jalan ini akses utama pertanian dan jalan ke sekolah. Anak-anak setiap hari lewat sini, kondisinya sangat berbahaya,” ungkap seorang warga setempat, Masdianto.

Ditambahkan, salah seorang warga, DWI, mengatakan bahwa risiko keselamatan menjadi kekhawatiran utama, terutama bagi kalangan ibu-ibu. Dimana ada insiden seorang ibu yang mengalami patah pada tangannya setelah terpeleset di jalan tersebut. “Kalau ada warga yang mau melahirkan, bisa-bisa melahirkan di jalan karena kondisinya rusak sekali. Kami mohon sekali Pemda agar segera memperbaikinya,” imbuhnya.

Kepala Dusun Temuan Sari, Sudirman, menjelaskan bahwa usulan perbaikan jalan ini sudah berulang kali diajukan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun selalu terhambat di tingkat implementasi. Sudirman menyoroti kondisi jalan yang berubah menjadi kubangan lumpur saat musim hujan, membuat mobilitas warga terganggu. “Jalan ini selalu jadi prioritas saat Musrenbang, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” katanya.

Warga bahkan menunjukkan keseriusan mereka dengan berencana gotong royong dan mengumpulkan dana Rp200.000 per kepala keluarga untuk memperbaiki jalan secara mandiri, jika Pemda tidak menganggapnya sebagai tanggung jawab. “Harapan kami sebenarnya, Pemda mau memperhatikan,” tegasnya.

Menanggapi keluhan ini, Pejabat Sekda KLU, Sahabudin, menyatakan akan mengecek status anggaran perbaikan jalan tersebut. “Ini akan menjadi perhatian, besok saya cek dalam rancangan perubahan APBD 2025 semoga sudah ada. Jika belum akan kami usahakan dialokasikan dalam APBD 2026,” ujarnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer