Lombok Utara (Inside Lombok)- Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD). Acara ini menjadi wadah strategis untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan tradisi serta seni lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Bupati KLU, Najmul Akhyar, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya untuk memperkuat akar budaya masyarakat. Dimana pekan kebudayaan daerah ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun. “Tujuannya tidak lain adalah untuk menguatkan budaya lokal di tengah tantangan kemajuan zaman yang tak terhindarkan,” ujarnya, Rabu (13/8).
Perhelatan PKD tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran seni dan budaya, tetapi juga sebagai media edukasi yang efektif bagi generasi muda. Dengan harapan, pihaknya dapat terus melestarikan dan memperkenalkan budaya yang ada kepada masyarakat luas. “Sekaligus mengajarkan kepada anak-anak kita tentang nilai-nilai luhur dan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur. Kegiatannya selama 3 hari dan berlangsung di Lapangan Tioq Tata Tunaq,” tuturnya. Najmul juga optimis bahwa kegiatan budaya semacam ini dapat memberikan dampak positif, terutama dalam membentuk karakter generasi muda. “Event budaya dapat membawa pergaulan ke arah yang lebih positif dan membawa dampak kemajuan di masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dikbudpora KLU, H. Adenan, mengatakan bahwa PKD tahun ini diikuti oleh perwakilan dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Utara. Partisipasi dari seluruh kecamatan ini menunjukkan antusiasme dan komitmen masyarakat dalam melestarikan warisan budaya mereka. PKD ini menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional, musik daerah, hingga pameran kerajinan tangan. “Acara ini bukan sekadar festival, melainkan cerminan dari semangat kebersamaan dan kebanggaan masyarakat KLU terhadap identitas kultural mereka yang unik, kegiatan ini dilaksanakan dari 12 hingga 14 Agustus 2025,” ujarnya. (dpi)

