24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraKLU Gencarkan Berantas Narkoba, Dimulai dari Desa Tanjung

KLU Gencarkan Berantas Narkoba, Dimulai dari Desa Tanjung

Lombok Utara (Inside Lombok) – Peredaran narkoba masih menjadi momok yang harus diwaspadai, baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota maupun provinsi. Berbagai upaya dilakukan untuk pencegahannya, tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Utara (KLU), di mana Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung ditunjuk untuk membangun desa yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba.

Kapolres KLU, AKBP Agus Purwanta mengatakan deklarasi kampung bebas narkoba ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-79, sekaligus wujud nyata dari komitmen bersama masyarakat Desa Tanjung melawan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam memberantas narkoba hingga ke akar rumput.

“Langkah Desa Tanjung ini sangat positif dalam rangka pemberantasan Narkoba secara Terus menerus. Kami berharap desa ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya, Jumat (20/6).

Deklarasi Kampung Bebas dari Narkoba di Desa Tanjung bukan hanya acara seremonial, tapi langkah awal membangun benteng sosial yang kuat. Dengan kolaborasi antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat, semangat melawan narkoba terus menyala dimulai dari satu desa kecil di utara Lombok, untuk NTB yang lebih bersih dan sehat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan ragu untuk melaporkan, apabila ada penyebaran dan pengkonsumsi narkoba, dan kami akan menindak lanjuti dengan cepat dan transparan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan KLU, Baharudin yang mewakili Bupati KLU pun menyambut baik gerakan kampung bebas narkoba oleh Polres KLU dan Desa Tanjung dengan harapan pelaksanaannya ke depan mampu memberantas sampai ke akar-akarnya. “Kita harus mempunyai komitmen yang sama dalam rangka pemberantasan narkoba. Hal ini harus mulai dari keluarga, karena kebanyakan sekarang konsumen banyak dari anak-anak kita yang masih muda dan bahkan anak sekolah,” ujarnya.

Diakui pihaknya, meskipun tidak mempunyai data yang valid terkait konsumen narkoba, sudah ada koordinasi dengan BNN dalam rangka rehabilitasi pemakainya dan mudahan hal ini berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung, Budiawan,menegaskan jika Desa Tanjung punya sikap tegas terhadap bahaya narkoba. Bahkan desa telah mengalokasikan anggaran khusus, untuk sosialisasi dan edukasi tentang bahaya narkoba. “Kami dari Desa Tanjung menyatakan tidak ada toleransi terhadap narkoba. Ini bukan hanya komitmen sesaat, tapi perjuangan yang terus kami gaungkan demi masa depan generasi muda kita,” ujarnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer