25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraKLU Upayakan Kesejahteraan Honorer

KLU Upayakan Kesejahteraan Honorer

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan komitmen kuatnya untuk terus memperhatikan kesejahteraan para tenaga honorer, baik dari sektor teknis, guru, maupun kesehatan. Langkah konkret telah diambil untuk memastikan mereka mendapatkan status dan penghidupan yang lebih layak.

Sekretaris Daerah (Sekda) KLU, Anding Duwi Cahyadi menjelaskan saat ini ada sekitar 3.500 tenaga honorer di lingkup Pemda KLU. Sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam mensejahterakan mereka, pada 2024 lalu telah dibuka 1.000 formasi dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), yang meliputi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Sebanyak 940 diantaranya adalah PPPK dan 60 untuk CPNS. Dari total 1.000 formasi yang tersedia, 923 formasi telah berhasil terisi,” ujarnya, Selasa (10/6).

Lebih lanjut, sebanyak 923 ASN baru telah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan tahun ini, terdiri dari 56 CPNS dan 867 PPPK. Sisa formasi yang belum terisi rencananya akan diambil dari seleksi PPPK tahap dua, memberikan kesempatan lebih lanjut bagi tenaga honorer lainnya.Namun, pekerjaan rumah pemerintah daerah tidak berhenti di situ. “Setelah itu, kami masih punya PR. Sebab, masih ada sekitar 2.500 tenaga honorer yang harus diselesaikan statusnya. Yang menjadi tantangan utama saat ini adalah kemampuan keuangan daerah,” teranganya.

Anding mengungkapkan bahwa pemerintah pusat hanya menyiapkan anggaran sekitar Rp18 miliar untuk rekrutmen ASN ini. Sementara itu, dengan 1.000 formasi yang dibuka oleh Pemda KLU, setelah dikalkulasi, kebutuhan anggaran per tahun mencapai angka Rp45 miliar. Artinya, masih ada defisit anggaran sebesar Rp 27 miliar yang harus diupayakan oleh pemerintah daerah. “Oleh karena itu, kami berupaya keras untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” bebernya.

Sebagaimana diketahui, bahwa sumber PAD terbesar bagi Lombok Utara, berasal dari sektor pariwisata. Namun, tidak dipungkiri bahwa situasi global yang tidak menentu saat ini, seperti konflik di berbagai belahan dunia (Rusia-Ukraina, India-Pakistan) dan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, turut berdampak pada Lombok Utara. “Kunjungan wisatawan kita, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun kemarin, memang sangat jauh. Tetapi, kami selalu optimis menghadapi kenyataan ini,” ucapnya.

Diharapkan, kunjungan wisatawan dapat meningkat drastis mulai bulan Juni ini. Jika kunjungan wisatawan melonjak, otomatis PAD juga akan meningkat secara signifikan. Dengan demikian, persoalan defisit anggaran untuk menunjang kesejahteraan para ASN baru dapat teratasi, mewujudkan komitmen Pemda KLU untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi seluruh tenaga honorer. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer