Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) melalui BKPSDM mengusulkan 92 formasi CPNS tahun 2026 kepada pemerintah pusat untuk mengisi kekosongan aparatur sipil negara, dengan fokus pada tenaga fungsional dan dokter spesialis. Usulan ini disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan prinsip zero growth, yakni menggantikan pegawai yang pensiun.
Kepala BKPSDM KLU, Zulfahrudin, menjelaskan bahwa jumlah usulan tersebut mendekati angka pegawai yang akan memasuki masa purna tugas pada 2026.
“Usulan kita berada di kisaran angka tersebut untuk menjaga keseimbangan beban kerja. Meskipun kita mengusulkan 92 formasi, keputusan akhir tetap berada di tangan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Bisa saja jumlahnya berkurang sesuai hasil verifikasi pusat,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, kebijakan ini juga mempertimbangkan efisiensi anggaran belanja pegawai daerah. “Kami mempertimbangkan aspek fiskal daerah, apalagi saat ini sedang ada efisiensi besar-besaran terhadap belanja pegawai,” terangnya.
Pemkab KLU memprioritaskan jabatan fungsional yang langsung berkaitan dengan pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan dan keamanan. Kebutuhan mendesak meliputi dokter spesialis dan dokter umum untuk RSUD dan puskesmas, serta tenaga fungsional di Dinas Pemadam Kebakaran dan sektor teknis lainnya yang mengalami kekosongan.
“Kami fokus pada tenaga fungsional karena ini yang langsung bersentuhan dengan pelayanan masyarakat. Ada beberapa profesi yang saat ini kosong dan tidak ada dalam formasi sebelumnya, itu yang kami ajukan sekarang agar tidak ada kendala operasional,” jelasnya.
BKPSDM KLU menyatakan hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait jadwal pelaksanaan seleksi CPNS 2026 dari pemerintah pusat.
“Informasi pembukaan secara jelas belum ada. Setelah usulan masuk, baru akan ada pembahasan di tingkat kementerian mengenai tahapan-tahapannya. Masyarakat diminta bersabar menunggu gambaran jelas mengenai jadwal CPNS 2026 ini,” pungkasnya.

