Lombok Utara (Inside Lombok)- Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini memiliki Pusat Observasi Bulan (POB) pertama di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan POB ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung.
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, menyatakan pembangunan POB ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat. Ia menjelaskan, POB di KLU akan dilengkapi dengan menara setinggi 30 meter untuk memantau hilal, menjadi satu-satunya di Bali-Nusra. “Alhamdulillah, KLU terpilih sebagai tempat pembangunan POB,” ujarnya, Kamis (14/8).
Selain POB, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB juga membangun Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Gangga. Apalagi dengan adanya kolaborasi dan sinergi bersama untuk terus membangun daerah, sehingga dalam pelayanan kepada masyarakat dapat dimaksimalkan. “Terimakasih saya sampaikan juga pada Kementerian Agama yang telah memilih KLU sebagai lokasi dibangunnya POB, ketika sudah dibangun nanti, harapannya POB dapat dijaga dan dirawat,” imbuhnya.
Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz, mengungkapkan bahwa KLU terpilih sebagai lokasi pembangunan POB karena potensi yang luar biasa, mengalahkan kandidat lain seperti Kota Mataram dan Lombok Barat. POB nantinya tidak hanya berfungsi untuk memantau posisi bulan, tetapi juga sebagai pusat informasi, edukasi, dan wisata. Keberadaan POB ini akan membantu penentuan waktu shalat, awal puasa, dan hari raya. Kami harapkan dapat meningkatkan citra KLU dan Provinsi NTB. “Kami juga membangun KUA, dan harapan kami pembangunan KUA akan terus bertambah di Lombok Utara,” katanya.
Selain itu, Kanwil Kemenag NTB menargetkan semua gedung pelayanan, termasuk KUA, agar selesai dibangun pada tahun 2026-2027 untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan setiap pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ketua Panitia Pembangunan, H. Suparlan, mengatakan bahwa pembangunan POB dan KUA di KLU didasarkan pada DIPA Kanwil Kemenag Provinsi NTB tahun 2025. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas dan akses layanan keagamaan bagi masyarakat, serta menyediakan sarana modern untuk observasi hilal. “Pembangunan POB dilakukan di Dusun Onggong, Desa Teniga, dengan luas tanah 1000 m2, dan luas bangunan 165 m2,” katanya.
Pembangunan KUA berlokasi di Dusun Lekok Kecamatan Gangga dengan luas lahan 1000 m2 dan luas bangunan 200,4 m2. Di mana anggaran pembangunan gedung POB bersumber murni dari Kanwil Provinsi NTB senilai Rp1,2 miliar. Sedangkan gedung KUA menggunakan dana SBSN senilai lebih dari Rp1,4 miliar. “Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini agar dapat meningkatkan pelayanan agama bagi masyarakat Lombok Utara,” pungkasnya. (dpi)

