Lombok Utara (Inside Lombok) – Proses seleksi pengurus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tata Tunaq Berkah Kabupaten Lombok Utara (KLU) akhirnya rampung, membawa harapan baru untuk optimalisasi potensi daerah. Para calon terpilih, telah melewati serangkaian tahapan seleksi ketat, kini tinggal menunggu momen pelantikan resmi dan kucuran penyertaan modal dari pemerintah daerah. Begitu suntikan dana segar itu tiba, direksi dan komisaris yang ditunjuk siap bekerja keras untuk menghidupkan BUMD ini.
Panitia seleksi resmi menetapkan Juraidin sebagai calon Direktur dan Suwandi sebagai Komisaris. Proses seleksi yang digelar secara terbuka ini mencakup sejumlah tahapan ketat, mulai dari uji administrasi, uji kompetensi, hingga penilaian makalah dan wawancara. “Tinggal tunggu pelantikan saja, kemarin sudah sepakat kita akan lantik setelah penyertaan modalnya ada. Sekarang penyertaannya modalnya belum ada,” ujar Asisten II Setda KLU, Hermanto, Rabu (30/7).
Identitas para komisaris BUMD PT Tata Tunaq Berkah sebelumnya telah diumumkan, dan kini fokus beralih pada proses penyertaan modal. Hermanto menyebutkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 3 miliar. Namun, angka ini masih akan melewati proses verifikasi lebih lanjut di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebelum dapat dicairkan.
“Untuk aktivitas ekonomi disana, nantilah dari direksi baru (yang menentukan,red). Harapannya yang sudah terpilih ini bekerja dengan baik, supaya BUMD ini hidup, karena potensi ekonomi kita besar, ada pariwisata, pertanian dan lainnya,” imbuhnya.
Dalam kesempatan ini, Hermanto juga meluruskan simpang siur informasi terkait salah satu calon komisaris. Sebuah SK (Surat Keputusan) yang ada kini menjawab kekisruhan di masyarakat, memastikan bahwa sosok yang diributkan tidak pernah menjadi komisaris.
“SK yang ada menjawab kisruh yang ada, bahwa salah satu calon yang diributkan itu tidak pernah menjadi komisaris, (sebelumnya, Red) komisarisnya adalah Pak Wahyu sebagai Kabag Ekonomi dulu,” jelasnya.
Diakui, jika ada salah satu sebelumnya pernah diusulkan sebagai komisaris di BUMD tersebut, namun ternyata tidak lolos seleksi nama tersebut. “Semua tahapan telah dilakukan dengan transparan dan profesional. Ini adalah hasil dari proses yang akuntabel,” katanya.
Sebagai informasi, PT Tata Tunaq Berkah yang didirikan pada 2019 dengan modal awal Rp1 miliar, awalnya digadang-gadang sebagai motor penggerak ekonomi lokal melalui sektor agribisnis, transportasi, dan potensi usaha lainnya. Sayangnya, performa BUMD ini tak sesuai harapan. Hingga akhirnya, pada 2023, Pemerintah Daerah memilih membekukan operasionalnya.
Kini, dengan kepemimpinan baru di ambang pintu, publik menaruh harapan besar bahwa PT TTB tak hanya bangkit, tetapi mampu berlari mengejar ketertinggalan. Tak hanya menjadi simbol kebangkitan BUMD, namun juga alat strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat perekonomian lokal. (dpi)

