31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraMusim Ramai di Gili Matra, BKKPN Perketat Patroli

Musim Ramai di Gili Matra, BKKPN Perketat Patroli

Lombok Utara (Inside Lombok) – Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang wilayah kerja Gili Matra pada musim libur sekolah atau momentum high season memperkuat pengawasan pada wilayah kawasan konservasi Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Hal ini dilakukan sebagai langkah menjaga kelestarian laut dan memastikan aktivitas wisata berjalan sesuai dengan prinsip konservasi.

Koordinator BKKPN Kupang wilayah kerja Gili Matra, Martanina menjelaskan, bahwa patroli lapangan kini digencarkan, terutama di titik-titik rawan pelanggaran zonasi. Patroli ini tak sendirian, mereka bersinergi dengan instansi terkait seperti PSDKP Benoa dan Polairud Polda NTB. Intensitas patroli bahkan mencapai lima kali seminggu.

“Ini adalah langkah nyata kami untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas wisata di kawasan ini tetap berada dalam koridor yang telah ditentukan. Apalagi biasanya wisatawan banyak yang datang untuk diving dan snorkeling,” ujarnya, Kamis (3/7).

Lebih lanjut, Kawasan konservasi Gili Matra punya beberapa zona dengan fungsi berbeda. Ada zona inti yang steril dari aktivitas manusia, dan ada zona pemanfaatan terbatas untuk kegiatan wisata berkelanjutan. Dimana zona inti adalah prioritas utama dalam pengawasan, karena disinilah pusat pertumbuhan ekosistem penting seperti terumbu karang, larva ikan, dan berbagai biota laut lainnya. “Tidak boleh ada kegiatan pariwisata di zona inti,” ucapnya.

Untuk itu dilakukan patrol dan memastikan tidak hanya berjalan secara rutin, tapi juga responsif terhadap laporan masyarakat maupun pelaku wisata. Tak hanya sekadar mengawasi, patroli juga jadi sarana edukasi yang efektif. BKKPN memanfaatkan momen ini untuk memberikan pemahaman kepada pelaku wisata dan masyarakat lokal tentang batasan serta peran masing-masing dalam menjaga kelestarian laut.

“Kami juga mengecek kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan zonasi dan prosedur operasional wisata laut. Dengan melakukan pendekatan secara preventif. Kami ajak pelaku wisata untuk jadi mitra konservasi,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antar-pemangku kepentingan adalah kunci utama keberlanjutan Gili Matra. Oleh karena itu, BKKPN terus membuka ruang koordinasi dan memperkuat kapasitas mitra lokal, demi membangun sistem pengawasan yang partisipatif.

“Konservasi bukan hanya tugas kami, tapi tanggung jawab bersama. Melalui patroli terpadu dan partisipasi masyarakat, kita bisa menjaga Gili Matra tetap lestari. Selain itu pentingnya peran setiap individu dalam melestarikan surga bawah laut ini,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer