23.5 C
Mataram
Kamis, 27 Februari 2025
BerandaLombok UtaraMusrembang Jadi Momentum Penting Akomodasi Komitmen dalam APBD di KLU

Musrembang Jadi Momentum Penting Akomodasi Komitmen dalam APBD di KLU

Lombok Utara (Inside Lombok) – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) sebagai platform strategis dalam menyusun rencana pembangunan daerah yang berbasis pada komitmen yang telah disepakati bersama.

Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Najmul Akhyar mengatakan musrembang kali ini sangat penting dan menjadi momen yang sangat strategis, karena merupakan langkah awal dalam perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang. Di mana hal ini memiliki nilai yang sangat strategis bagi pemerintah.

“Ini adalah musrenbang pertama di masa pemerintahan kami, sehingga salah satu hal yang harus menjadi fokus adalah bagaimana mengakomodasi semua komitmen kami kepada masyarakat. Komitmen-komitmen itu harus tertuang jelas di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya, usai Musrembang, Rabu (26/2).

Pentingnya menjadikan komitmen-komitmen tersebut terukur dalam APBD, karena tanpa adanya anggaran yang jelas untuk mendukung janji-janji kepada masyarakat, maka rencana pembangunan yang telah disusun akan terasa tidak memiliki arah dan substansi. “Tidak ada gunanya kita menjanjikan apapun kepada masyarakat jika tidak terukur dalam APBD-nya. Makanya ini menjadi ajang untuk memastikan bahwa setiap program direncanakan benar-benar dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan rakyat,” terangnya.

Lebih lanjut, komitmen yang dimaksud tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh pada berbagai sektor penting lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain fokus pada komitmen yang harus diakomodasi dalam APBD, Bupati juga mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk bersama-sama merencanakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di Lombok Utara.

“Kami berharap dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh stakeholder, kita dapat bersama-sama merencanakan pembangunan yang lebih baik untuk Lombok Utara,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Gatot Sugihartono, menekankan bahwa Musrembang kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Musrebang kali ini bukan hanya sekadar sarana untuk merumuskan program pembangunan, namun juga sebagai wadah untuk mengajak masyarakat berpartisipasi lebih aktif.

“Musrembang ini sebagai salah satu cara untuk mencari partisipasi dari masyarakat. Jadi ada empat cara kita melakukan pembangunan, yaitu melalui teknokrat, kebijakan, politik, dan yang sekarang, partisipasi masyarakat yang kita fokuskan,” ujarnya.

Inovasi yang hadir dalam Musrembang kali ini adalah penambahan dua bidang utama yang lebih inklusif, yakni melibatkan milenial dan Gen Z, serta perempuan dan penyandang disabilitas. Sebelumnya, Musrebang hanya mencakup tiga bidang utama: ekonomi, infrastruktur, dan sosial. Kini, ada lima desk yang menjadi pintu masuk bagi berbagai usulan dari masyarakat. “Dua desk tambahan ini memberikan ruang bagi kelompok yang sering terpinggirkan untuk menyuarakan ide dan kebutuhan mereka dalam pembangunan daerah,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer