Lombok Utara (Inside Lombok)- Desa Malaka, kecamatan Pemenang, Lombok Utara (KLU) sempat dikejutkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di sekitar Pantai Nipah. Meskipun belum ada pernyataan resmi dari kepolisian terkait motif pembunuhan, dugaan awal menyebutkan korban merupakan sasaran aksi begal. Peristiwa tragis ini mendorong pemerintah desa dan warga untuk mengintensifkan patroli malam demi mencegah kejadian serupa terulang.
Kepala Desa Malaka, Akmaludin Ikhwan, mengatakan bahwa patroli mandiri oleh warga sudah dimulai sejak malam penemuan mayat. Langkah ini diambil sebagai antisipasi, meskipun ia menilai kondisi keamanan di desa sebenarnya cukup kondusif. “Kami pemerintah desa sudah sejak kemarin malam menurunkan warga untuk sama-sama menjaga wilayah kita. Kondisi sekarang sangat aman, cuma perlu antisipasi saja,” ujarnya, Kamis (28/8).
Dijelaskan, dari informasi awal yang beredar, terduga pelaku yang hingga kini masih dalam pencarian diduga tidak mendapatkan barang berharga dari korban. Hal ini yang disinyalir memicu amarah pelaku hingga berujung pada tindak kekerasan. Terduga pelaku bahkan diduga sempat melukai korban laki-laki yang bersama korban perempuan, yang dikira sudah meninggal. “Kalau berbicara pembegalan atau merampok, yang jelas terduga pelaku ini tidak dapat apa-apa dari korbannya, mungkin saja dia merasa naik pitam,” katanya.
Diakui, aksi kejahatan serupa pernah terjadi di Desa Malaka, namun tidak sampai berujung pada pembunuhan. Ia menduga pelaku membunuh korban perempuan karena merasa khawatir aksinya akan terungkap. “Dia (terduga pelaku,red) ini tidak tau kalau korban yang laki-laki ini pingsan, dipikirnya sudah mati,” jelasnya. Lebih lanjut, hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian. “Tadi saya sempat kontak teman-teman Reskrim Polres KLU, mereka masih mengumpulkan beberapa barang bukti,” katanya.
Selain patroli, pihaknya menyoroti minimnya penerangan jalan di lokasi-lokasi gelap sebagai salah satu faktor pemicu kejahatan. “Ini yang menjadi prioritas saya (penerangan jalan), tapi tidak pernah ada tanggapan dari pemerintah kabupaten supaya tidak terjadi hal ini. Bila perlu di tempat-tempat yang gelap itu ditaruhkan lampu, supaya mengantisipasi hal-hal ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres KLU saat dikonfirmasi terkait dengan perkembangan dari kasus penemuan mayat Perempuan yang diduga sebagai korban begal, hingga saat ini belum memberikan jawaban. (dpi)

