25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraPemda KLU dan Bea Cukai Sita Ratusan Rokok Ilegal di Gili Air

Pemda KLU dan Bea Cukai Sita Ratusan Rokok Ilegal di Gili Air

Lombok Utara (Inside Lombok)- Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara (KLU) memperketat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayahnya. Kali ini, tim gabungan kembali menyasar tiga kawasan wisata utama, yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Dalam operasi yang digelar kali ini di Gili Air, tim berhasil menyita ratusan batang rokok tanpa pita cukai resmi.

Operasi Gabungan Pemberantasan Rokok Ilegal yang dipimpin Satuan Tugas Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (Satgas DBH-CHT) KLU ini berlangsung di Dusun Gili Air, Desa Gili Indah. Beberapa waktu lalu mereka telah menyasar di wilayah Gili Trawangan. Operasi ini melibatkan sejumlah instansi seperti Satpol PP, Bea Cukai Mataram, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, serta Diskominfo KLU.

“Operasi ini kami bagi menjadi dua tim untuk memaksimalkan cakupan. Tim 1 bertugas di RT 1 sampai 3, sementara Tim 2 menyisir RT 4 sampai 6,” ujar Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP KLU, I Nengah Suandra, usai operasi gabungan pada Kamis (18/9).

Dari hasil penindakan, tim berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah signifikan. Tim 1 menyita 45 bungkus rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) atau setara 900 batang dan 40 bungkus tembakau iris (TIS) seberat 800 gram. Rokok ilegal yang disita antara lain merek HD, Connext, Novem, Manchester, Aslah, Jose, dan Moccacino.

“Kemudian ada 81 bungkus rokok SKM atau 1.620 batang serta 7 bungkus tembakau iris atau setara 140 gram yang ditemukan tanpa pita cukai resmi,” tuturnya.

Sementara itu, Tim 2 juga tidak kalah produktif. Mereka berhasil menyita 41 bungkus rokok SKM sebanyak 820 batang dengan berbagai merek seperti Connect, HD, Novem, Aslah, H Mild, Bold, dan Wilson. Operasi ini menunjukkan komitmen serius Pemda bersama Bea Cukai untuk menekan peredaran rokok ilegal yang merugikan negara. “Operasi serupa akan terus kami lakukan secara rutin bersama tim yang ada,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer