Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) menargetkan peningkatan status Kabupaten Layak Anak (KLA) dari tingkat Pratama ke Madya pada 2026 melalui penguatan sinergi lintas sektor. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Gugus Tugas KLA, Rabu (8/4), dengan menekankan pentingnya inovasi dan akurasi data.
Dalam rapat tersebut, Kusmalahadi yang juga Ketua Gugus Tugas KLA meminta seluruh perangkat daerah meninggalkan pola kerja stagnan untuk mencapai target yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa peningkatan predikat KLA menuntut terobosan baru dan kesiapan menghadapi standar yang lebih tinggi.
“Kalau kita tidak berinovasi, maka perjalanan kita akan begitu-begitu saja. Harus ada terobosan baru. Perlu diingat, ketika predikat kita meningkat, maka tantangan dan standar yang harus dipenuhi juga otomatis ikut naik,” ujarnya.
Selain inovasi program, ia menyoroti pentingnya validitas data dalam pelaporan evaluasi KLA. Menurutnya, keberhasilan di lapangan tidak akan diakui secara administratif tanpa dukungan data yang akurat dan sinkron. “Artinya keberhasilan di lapangan tidak akan diakui secara administratif kalau tidak didukung oleh data statistik yang akurat dan sinkron,” ucapnya.
Kusmalahadi juga mengaitkan capaian KLA dengan pelaksanaan Sensus Ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) KLU. Ia menginstruksikan seluruh pihak untuk mendukung proses pendataan tersebut sebagai dasar pengukuran capaian daerah.
“Data statistik memiliki peran vital sebagai acuan utama pengukuran capaian daerah. Saya berharap semua pihak mendukung kegiatan sensus ini, karena data yang dihasilkan akan berdampak langsung pada penilaian dan peningkatan predikat KLA kita,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa implementasi program di lapangan tidak lepas dari berbagai kendala, namun menekankan pentingnya komitmen bersama. “Implementasi di lapangan tidaklah mudah dan pasti menghadapi kendala. Namun dengan fokus, disiplin, dan komitmen kolektif yang kuat, saya optimis KLU bisa meraih predikat Madya di tahun ini,” imbuhnya.
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan setiap kebijakan di KLU berpihak pada kepentingan terbaik anak serta mendorong peningkatan status Kabupaten Layak Anak.

