Lombok Utara (Inside Lombok)- Polres Lombok Utara (KLU) terus menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan di pantai Nipah pada Rabu (27/8). Saat ini masih dilakukan pendalaman untuk siapa pelakunya dalam kasus tersebut dengan memperkuat sejumlah alat bukti, mengingat ada dugaan bahwa korban berinisial MVPN (19) menjadi korban pembegalan di sekitar wilayah itu.
Belum lama ini sudah ada satu orang terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. “Kita bukan menangkap, yang tadinya dicurigai dan berdasarkan informasi, jadi kita amankan. Cuma sampai dengan saat ini masih dalam prosesi dalam pendalaman,” ujar Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, Senin (1/9).
Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan adanya tanda-tanda yang menghambat pernapasan korban, yang diduga menjadi penyebab kematiannya. Hingga saat ini, status terduga pelaku masih dalam pemeriksaan intensif dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga masih menyelidiki dugaan pemerkosaan yang dialami korban. “Itu nanti, masih kita selidiki lebih lanjut, karena itu perlu cek lab segala macam. Belum jelas (cairan di alat vital korban milik siapa, red), masih kita selidiki,” jelasnya.
Korban MVPN ini diduga sebagai korban pembegalan masih dalam penyelidikan. Namun, polisi menemukan fakta bahwa ponsel milik korban hilang. Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk orang tua, teman-teman korban, dan dokter, untuk mengumpulkan barang bukti yang mengarah pada pelaku. “Setelah itu, ada peningkatan sekarang dari lidik ke sidik, kemudian setelah merujuk ke suatu nama seseorang, kita gelar perkara lagi. Kita cukupkan unsur barang bukti, bila mengarah ke orang tersebut baru kita tetapkan tersangka,” jelasnya.
Polres KLU berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secepatnya. Upaya patroli juga akan terus ditingkatkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama karena KLU merupakan daerah pariwisata yang penting bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kita upayanya tetap melaksanakan patroli dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama KLU ini daerah pariwisata,” demikian. (dpi)

