BerandaLombok UtaraPKB KLU Targetkan Delapan Kursi di Pemilu 2029

PKB KLU Targetkan Delapan Kursi di Pemilu 2029

Lombok Utara (Inside Lombok) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai memanaskan mesin politik di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan mengukuhkan puluhan Dewan Pengurus Ranting (DPRT) di seluruh desa, Kamis (26/3). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat basis dukungan dari tingkat bawah sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029 dengan target delapan kursi legislatif.

Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan pengukuhan DPRT bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi memperkuat peran kader sebagai ujung tombak partai di masyarakat. Ia menyebut para pengurus desa bertugas mengawal program partai agar tepat sasaran.

“Tantangan terbesar bukan meraih, tapi mempertahankan prestasi. Kita sudah punya modal enam kursi, dan di 2029 target kita meningkat menjadi delapan kursi,” ujarnya.

Ia menegaskan, posisi politik PKB di KLU saat ini cukup kuat, meski tidak memegang jabatan eksekutif. Menurutnya, posisi Ketua DPRD yang dipegang kader PKB setara dengan kepala daerah dalam konteks politik lokal.

“Secara politik, posisi Ketua DPRD itu setara dengan kepala daerah. Jadi, kader PKB tidak boleh minder. Kita ini pemenang, kita punya kekuatan politik untuk membantu pemerintah sekaligus mengawal aspirasi rakyat,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam klaim program politik. Menurutnya, sejumlah program perjuangan PKB di legislatif kerap diklaim pihak lain sehingga peran DPRT dinilai penting untuk meluruskan informasi kepada masyarakat. “Di sini peran DPRT menjadi krusial untuk meluruskan informasi agar masyarakat tahu siapa yang benar-benar bekerja untuk mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB KLU, Jamhur, menyatakan penguatan struktur DPRT juga bertujuan menjaga soliditas internal partai melalui peningkatan komunikasi antar kader. Ia menekankan pentingnya menjaga pergerakan mesin partai secara berkelanjutan. “Kegiatan ini untuk memperkuat ukhuwah dan persaudaraan kita. Kalau tidak, kita bisa jarang komunikasi dan akhirnya melemah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan struktur hingga tingkat desa menjadi kunci menjaga konsistensi perjuangan partai. “PKB tidak boleh menjadi partai musiman yang hanya muncul lima tahun sekali. Pengukuhan ini adalah upaya memperkuat ukhuwah. Jika komunikasi terputus, perjuangan kita akan melemah,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer