Lombok Utara (Inside Lombok) – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lombok Utara (KLU) meluncurkan inovasi PERI IMUT (Perempuan Pemerhati Konservasi Ekosistem Laut) sebagai langkah konkret dalam pelestarian ekosistem laut sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan peluncuran dilakukan di Pantai Impos, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Senin (10/11).
Ketua TP-PKK KLU, Rohani, mengatakan program PERI IMUT lahir dari semangat perempuan untuk berperan aktif menjaga kelestarian alam melalui tindakan nyata seperti penanaman terumbu karang. “Kami berharap dengan kegiatan ini menjadi edukasi bagi perempuan-perempuan pesisir agar lebih mencintai alam dan mampu memberdayakan diri dengan memanfaatkan potensi sumber daya laut di sekitar mereka,” ujarnya.
Rohani menjelaskan, program ini juga diarahkan untuk menciptakan daya tarik wisata bahari baru di KLU yang dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat pesisir, khususnya generasi muda. “Tidak hanya mengharapkan tiga gili saja untuk bekerja sebagai master diving dan sebagainya, tetapi ada di tempat mereka sendiri dan mereka bisa menjadi owner, tidak hanya sebagai karyawan,” jelasnya.
Selain mendukung konservasi, PERI IMUT juga diproyeksikan memberi dampak ekonomi dengan menggerakkan sektor UMKM pesisir. Rohani optimistis, meningkatnya ekonomi keluarga akan berdampak pada perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat.
“Apabila ekonomi masyarakat sudah baik, maka kesehatan keluarganya juga akan membaik, dan kita harapkan stunting ke depan bukan pekerjaan yang berat lagi,” katanya.
Ke depan, TP-PKK KLU berencana mendaftarkan PERI IMUT sebagai inovasi daerah pada tahun 2026. Program ini dinilai mampu mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, kelautan, lingkungan, dan pemberdayaan perempuan.
“Kami sangat berharap dukungan sepenuhnya dari Pemda, karena untuk 2026 kami ingin mendaftarkan inovasi PERI IMUT ini menjadi inovasi daerah yang bisa menambah prestasi dan kemajuan di semua sektor,” tambahnya.
Asisten II Setda KLU, Gatot Sugih Hartono, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyebutnya selaras dengan fokus utama pemerintah daerah (Pemda) dalam penanggulangan kemiskinan, hilirisasi hasil pertanian dan perikanan, serta penguatan sektor pariwisata yang inklusif. “Kami Pemda mengapresiasi langkah PKK yang telah memulai gerakan nyata untuk melestarikan laut dan memberdayakan masyarakat pesisir,” ujarnya.

