26.5 C
Mataram
Rabu, 25 Februari 2026
BerandaLombok UtaraProgram Makan Bergizi di KLU Disorot, Buah Tak Layak Konsumsi Jadi Temuan

Program Makan Bergizi di KLU Disorot, Buah Tak Layak Konsumsi Jadi Temuan

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) disorot setelah ditemukan buah diduga tidak layak konsumsi dan sistem pembagian makanan yang dirapel di SDN 1 Sambik Bangkol, Senin (23/2). Temuan tersebut memicu kritik dari pemerintah desa setempat terkait kualitas dan porsi makanan yang diterima siswa.

Kepala Desa Sambik Bangkol, Suhaedi, mengungkapkan paket makanan yang diterima siswa merupakan rapelan untuk tiga hari dan hanya berisi kurma, roti, telur, serta keripik tempe. Ia menyebut keluhan mengenai menu dan porsi MBG telah berlangsung lama dan disampaikan oleh orang tua siswa.

“Sebenarnya permasalahan ini sudah lama. Orang tua siswa terus mengeluh soal menu dan porsi MBG ini. Karena suara warga tidak didengar, maka saya suarakan melalui media agar ada perubahan nyata,” ungkapnya.

Menurut Suhaedi, dalam paket tersebut juga ditemukan buah salak dalam kondisi busuk serta porsi yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia. Ia menilai pelayanan MBG dari SPPG Rempek tidak berjalan sesuai harapan sejak awal pelaksanaan.

“Kami anggap pelayanan MBG dari SPPG Rempek ini sangat mengecewakan sejak awal. Bayangkan, jatah untuk tiga hari tapi makanannya tidak sesuai dengan jumlah anggarannya, bahkan salaknya pun busuk,” tuturnya.

Program Makan Bergizi merupakan program pemerintah yang bertujuan memastikan siswa mendapatkan asupan makanan yang layak. Namun, temuan di lapangan memunculkan evaluasi terhadap pelaksanaan distribusi dan kualitas makanan di sekolah penerima manfaat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas Makan Bergizi KLU, H. Rusdi, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan di sejumlah sekolah terdampak.

“Teman-teman Korwil (Koordinator Wilayah) saat ini sedang melakukan pengecekan di lapangan. Segera setelah hasilnya keluar, Satgas akan mengambil tindakan tegas dan menindaklanjuti temuan tersebut,” ujarnya.

Saat ini, Satgas Makan Bergizi KLU menunggu hasil investigasi lapangan untuk menentukan langkah tindak lanjut terhadap temuan tersebut.

- Advertisement -

Berita Populer