24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraProgram Subsidi Bunga Pinjaman Jadi Solusi Agar UMKM KLU Bertahan dan...

Program Subsidi Bunga Pinjaman Jadi Solusi Agar UMKM KLU Bertahan dan Tumbuh

Lombok Utara (Inside Lombok)- Program subsidi bunga yang digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memberikan dampak positif bagi sejumlah UMKM di KLU.

Program bunga pinjaman tersebut diberikan agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat meningkatkan perekonomian dengan lebih mudah. Bahkan membantu mereka untuk mendapatkan tambahan modal.

Banyak pelaku UMKM yang merasakan dampak dari program tersebut, tercatat sampai dengan Agustus 2025 ada 499 pelaku usaha mengajukan permohonan dan sebanyak 279 orang berhasil direalisasikan dengan total plafon pinjaman yang telah disalurkan mencapai Rp4,9 miliar. Dimana Pemda menanggung subsidi bunga sebesar Rp1,23 miliar.

“Penyaluran dilakukan melalui dua bank daerah, yakni BPR Bayan dan BPR Kayangan. Ini sangat membantu UMKM karena ada subsidi bunga, mereka bisa mengakses modal lebih ringan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan KLU, Budi, Kamis (18/9).

Program tanggungan bunga pinjaman yang dikenal juga sebagai subsidi bunga atau bantuan nol persen ini bertujuan meringankan beban bunga pinjaman yang harus dibayar masyarakat kepada bank. Pemda KLU menanggung seluruh bunga pinjaman tersebut agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM dapat meningkatkan perekonomian dengan lebih mudah.

Pada tahun 2025 ini, Pemda KLU menggelontorkan dana sebesar Rp3 miliar untuk membayar bunga pinjaman bank bagi masyarakat, terutama UMKM. Tentunya untuk bisa mengakses pinjaman tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bisa mengajukan pinjaman.

“Syarat pengajuan pinjaman mudah, memiliki KTP dan KK berdomisili KLU. Punya Nomor Induk Berusaha (NIB) dan maksimal pinjamannya Rp25 juta/orang, dengan ketentuan tidak pernah menerima program serupa sebelumnya,” jelasnya.

Dijelaskan, tingginya antusiasme pelaku usaha terlihat pada bulan Juni 2025, dengan realisasi pinjaman mencapai Rp 1,46 miliar untuk 68 peminjam, menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun berjalan. Dengan modal yang lebih terjangkau, mereka bisa menambah stok barang, memperluas area bisnis, hingga menciptakan lapangan kerja baru bagi

“Bagi banyak pelaku UMKM, program ini bukan sekadar pinjaman, melainkan jalan untuk bertahan dan tumbuh,” ucapnya.

Meski demikian, diharapkan proses penyaluran dapat dipercepat. Tingkat realisasi yang masih 61,6 persen dari target menjadi dorongan bagi Pemda untuk mempercepat proses di bank agar semakin banyak UMKM yang merasakan manfaatnya segera. “Begitu berkas masuk ke kami dan memenuhi syarat, langsung diteruskan ke bank. Penentuannya ada di pihak bank,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer